Cinta Terlarang Aktivis Dakwah (2)

0
62 views

Kiblatmuslimah.com – Ketahuilah saudariku, tidak akan menjadi halal sesuatu yang haram walaupun yang melakukan hal tersebut mengharamkannya. Cinta yang dirasakan dengan perbuatan terlarang seperi ini bukan suci. Cinta suci akan dirasakan ketika terjadi pernikahan. Menjaga hati sebelum menikah adalah solusi.

Menjaga hati ketika masih sendiri memang bukan hal yang mudah. Apalagi di saat umur sudah masuk ke dalam kawasan rawan alias 25 tahun ke ataa. Gejolak hati akan semakin meninggi agar ada kiranya ikhwan yang bisa mengisi relung hati dengan cara yang suci. Yakinlah, umur ideal menikah adalah saat Allah mempertemukan dengan jodoh kita.

Saudariku muslimah, ketika engkau menjaga batasan-batasan Allah saat masih sendiri maka akan dipertemukan dengan seseorang yang sama penjagaannya. Apa yang engkau rasakan, kalau ternyata yang menjadi suamimu adalah seorang ikhwan yang punya kebiasaan ngobrol dan telepon kepada lawan jenis sebelum menikah denganmu? Pastinya sebagai istri, engkau tidak mau kalau ternyata kebiasaan tersebut masih terulang ketika menikah.

Seperti kasus seorang akhwat yang baru menikah satu bulan dan ternyata dia mendapati suaminya sering berhubungan dengan akhwat lain. Ketika ditanya, suami marah dan membandingkan istrinya dengan “pacar”-nya dengan mengatakan ia lebih berilmu dibandingan istrinya. Kasus yang mungkin tabu didengar oleh awam, ketika orang yang berilmu namun perilakunya seperti tidak punya ilmu.

Ingatlah saudariku, laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Sebaliknya seperti yang Allah firmankan dalam surat cinta-Nya. QS An-Nur: 26,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أ

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).

Saudariku yang masih sendiri, banggalah menjadi jomblo sejati sampai pangeran hati menjemput menuju singgasana yang akan membekas di hati. Karena cinta telah diridhai oleh sang pemilik hati yakni Allah pemilik cinta sejati. Jangan biarkan ikhwan imitasi mengisi relung hati, karena hatimu terlalu mahal untuk diisi dengan yang tidak takut dengan Rabbul Izzati. Bersabar dan kuatkan kesabaran bahwa jodoh sejati akan menghampiri tanpa harus menjalin komunikasi.

 

Penulis: Syifa Azzahra

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here