Cincangan Terakhir

0
65 views

Kiblatmuslimah.com – Hampir sebagian besar kaum muslimin paham akan pelarangan membunuh musuh dengan cara mutilasi. Namun tak banyak yang paham bahwa pelarangannya tak sekonyong-konyong datang di awal turunnya wahyu, bahkan pernah Rasulullah anjurkan.

 

Alkisah, pad bulan Syawwal tahun keenam Hijriyah banyak mualaf yang datang ke kota Nabi untuk mencari ketentraman. Salah satunya adalah segolongan orang dari Ukal dan Urainah.

 

Namun apalah daya tatkala hati tak didukung oleh raga. Beberapa saat tinggal di ibu kota, sekelompok orang tersebut mengalami gangguan kesehatan seperti kulit menguning dan perut membuncit. Hal itu efek cuaca yang belum bersahabat, meski jiwa mereka telah hikmat dalam syariat.

 

Tak tahan melihat mereka, Rasul pun menyarankan agar orang-orang Ukal dan Urainah segera mengikuti penggembala 10 ekor unta ke manapun tinggal. Merekapun berobat dengan air susu dan seni unta beberapa waktu serta hidup bersama sang penggembala sesuai perintah Rasul-Nya.

 

Air susu dibalas dengan air tuba. Tak dinyana, ternyata pasca datangnya kesembuhan justru mereka melakukan pembantaian terhadap si penggembala dan merampas seluruh ternaknya. Mendengar pengkhianatan itu, Rasulpun memerintahkan Kurz bin Jabir Al-Fihri bersama 20 pasukan berkuda untuk mengejar dan menangkap para mualaf yang khilaf tersebut.

 

Darah dibalas darah. Orang Ukal dan Urainah itupun dihukum setimpal sebagaimana yang telah mereka lakukan pada sang penggembala yang menyelamatkannya dengan izin Allah. Tangan dan kaki dipotong, mata dibutakan. Lalu dilemparkan ke padang pasir hingga semuanya mati. Begitu perintah Rasul.

 

Akan tetapi pasca perintah mutilasi ini, tak ada lagi pembunuhan dengan cara mencincang. Turunlah perintah akan pelarangan itu.

 

Cincangan terakhir yang kaum muslimin lakukan pada kaum Ukal dan Urainah yang bengis. Hal itu menunjukkan betapa buruk akhlak kaum itu sesungguhnya meski telah jeli ditutupi.

 

Oleh: Alifia M.

Sumber: Muhammad Khudlari Bek. 2018. Nurul Yaqin. Solo: Ummul Qura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here