Bumil Jangan Malas Cek Hb, Ya!

0
256 views
Closeup on hands of medical doctor holding blood sample and making notes

Kiblatmuslimah.com – Sudah menjadi kebutuhan ibu hamil bahwa pemeriksaan tidak hanya berpusat pada kesehatan janin. Di Indonesia untuk pemeriksaan ibu hamil atau yang disebut ANC (Antenatal Care) sudah cukup bagus, tinggal kesadaran masyarakat itu sendiri. Di antara rangkaian pelayanan terpadu di atas, salah satunya pemeriksaan rutin laboratorium.

Cek Hb merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaannya dengan pengambilan sampel darah kemudian dicek kadar Hemoglobin (Hb) di dalamnya. Kadar Hb normal adalah > 11gr/dL. Pada pemeriksaan ini metodenya bisa menggunakan teknik lama yaitu sahli. Yang lebih modern dengan alat digital, bisa juga yang lebih akurat dengan alat laboratorium canggih.

Hemoglobin merupakan senyawa protein yang terkandung dalam sel darah merah. Fungsinya mengikat oksigen dalam darah kemudian menyalurkan ke seluruh tubuh.  Senyawa ini sangat penting dalam sel darah merah, maka ibu hamil harus memperhatikan kadar Hb dalam tubuhnya. Dikarenakan Hb yang rendah pada ibu hamil sangat mempengaruhi kondisi ibu. Perkembangan janin juga dapat terganggu.

Mudah letih adalah tanda khas dari Hb rendah. Selain itu, wajah pucat, sering pusing dan kadang pingsan. Dampak Hb rendah sangat berbahaya. Di antaranya adalah lemah, letih, keguguran, perkembangan bayi tidak sesuai umur kehamilan atau IUGR (Intra uterine growth retardation), bayi meninggal dalam kandungan atau IUFD karena kekurangan suplai oksigen ke janin, saat persalinan berisiko perdarahan. Bila perdarahan tidak tertolong, dapat menyebabkan kematian ibu. Na‘udzubillah.

Setidaknya ada 3 waktu minimal pemeriksaan Hb yaitu trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga. Semuanya sangat berperan bila diketahui sejak dini jika Hb kurang dari batas normal karena petugas medis akan segera menindaklanjuti kondisi tersebut.  Hb yang normal pada trimester satu untuk menjaga perkembangan janin yang baik dan kondisi ibu hamil agar tetap fit. Trimester kedua dan ketiga untuk mempersiapkan kondisi ibu serta janin menjelang persalinan. 

Kemudian bagaimana cara agar Hb terjaga? Hal ini cukup mudah, ibu hamil cukup mengonsumsi bahan makanan yang banyak mengandung zat besi. Contohnya daging-dagingan, hati, ikan, sayuran yang berwarna hijau. Sayuran hijau misal kangkung, bayam dan lain sebagainya. Serta makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, yaitu kurma, jeruk, tomat, stroberi dan lainnya.

Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi. Kafein mencegah penyerapan zat besi. Hindari pula banyak minum teh karena dalam teh mengandung tanin yang juga menghambat penyerapan zat besi. Kemudian tips yang terakhir, minum tablet Fe dari dokter. Bila tidak suka dengan obat, cobalah minum sari kurma karena dapat meningkatkkan kadar Hb dalam darah. Tentunya dengan pemantauan, bila dengan sari kurma tidak menunjukkan hasil yang signifikan, bumil perlu asupan dari tablet Fe sesuai dosis yang dianjurkan.

Selanjutnya adalah pemantauan rutin. Selama masih terkontrol, ibu hamil tidak perlu khawatir yang berlebihan. Insya Allah akan terbebas dari Hb rendah atau anemia. Sejatinya semua ibu hamil berisiko, ini yang membuat kita selalu mawas diri.

Penulis: Fauza Rochmanita, Amd.Keb

Editor:

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Hemoglobin
https://imadanalis.blogspot.com/2017/11/pemeriksaan-hemoglobin-pada-ibu-hamil.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here