Bukan Sekedar Kebaikan Semata (Bagian 1)

0
141 views

Kiblatmuslimah.com – Saudaraku, apakah sudah cukup hanya mengamalkan kebaikan saja…? Tidak, ternyata itu belum cukup. Kalau kita hanya beramal melakukan kebaikan semata, maka termasuk orang-orang yang rugi.

Allah Ta’alla berfirman: 

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالالَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah, “Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. al-Kahfi: 103-104)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menerangkan ayat tersebut:

قُلۡ

“Katakan!” Maksudnya, “Katakanlah, wahai Muhammad, kepada manusia dengan cara memperingatkan”.

هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا

“Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalannya” (secara mutlak)?

ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا

“Yaitu (orang-orang yang) batal dan hilang seluruh yang mereka amalkan.”

Mereka menyangka telah melakukan banyak amal kebaikan. Tetapi ternyata amalan mereka telah batal dan hilang.

Imam Ibnu Katsir menambahkan, meski ayat ini turun kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, tapi mencakup siapa saja yang beribadah kepada Allah namun tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Shallahu ‘alaihi wa salam.

Makna ayat ini adalah setiap orang pasti akan mengharapkan hasil atau keuntungan dari yang mereka usahakan. Sekecil apapun pekerjaan itu. Begitu juga sebagai hamba, pasti berharap setiap amalan yang dilakukan diterima Allah dan mengharap balasan di akhirat nanti.

Namun apa daya, ternyata yang telah diusahakan tidak berbuah hasil. Amalan itu tertolak atau batal. Tentunya, empunya pasti merasa menyesal. Terkadang kita merasa rugi dalam melakukan pekerjaan dunia, jika tidak menghasilkan. Apalagi urusan akhirat yang kita harapkan pahala dan balasannya kekal abadi. Tentunya itu sangatlah rugi.

Wahai saudaraku, tahukah Anda…? Kenapa kita merasa sangatlah rugi jika amalan tertolak…?

Anda penasaran…? Temukan lanjutan artikelnya Bukan Sekedar Kebaikan Semata (Bagian 2).

Oleh: Fyrda Ummu Farhat.

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here