Bersahabat karena Allah

0
196 views

Kiblatmuslimah.com – Keberuntungan terbesar ketika Allah anugerahkan seorang sahabat yang senantiasa mengajak kepada akhirat. Di saat banyak sahabat yang mengajak kepada dunia. Hal ini merupakan kenikmatan yang harus disyukuri. Tidak semua orang yang bersahabat melandasinya dengan iman dan karena Allah. Padahal, agar persahabatan itu kekal, haruslah dilandasi dengan iman.

Sebagaimana yang Rasulullah sabdakan,  “Pengikat tererat iman adalah engkau mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.”  (HR. Tabrani). Iman merupakan perekat terkuat. Ketika mencintai, mencintainya karena kecintaanmu kepada Allah. Ketika membenci maka bencimu bukan tanpa alasan, tapi karena Allah. Hal tersebut tidaklah mudah untuk mewujudkannya kecuali orang-orang yang melandaskan persahabatan karena Allah.

Ibnu Hajar berkata bahwa tidak selayaknya seseorang menyepelekan pemilihan orang yang pantas untuk dijadikan sebagai sahabat, karena persahabatan memiliki pengaruh yang cukup kuat bagi seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang laki-laki itu tergantung pada agama rekan dekatnya. Untuk itu, hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang ia jadikan sebagai sahabatnya. “ (HR. Abu Dawud)

Rasulullah berpesan agar kita melihat siapa yang kita jadikan sahabat. Begitu banyak sahabat yang pandai mengingatkan dalam urusan dunia sehingga kita akan mencintai dunia dan lupa akhirat. Padahal mendapatkan sahabat yang mengingatkan kepada akhirat adalah sebuah prioritas. Sesungguhnya dia bukan hanya ingin bersahabat dengan kita di dunia saja, tapi juga di akhirat.

Tidak sedikit orang yang sudah hijrah akhirnya terjatuh kembali karena salah memilih sahabat. Dalam hal ini, ketika kita ingin hijrah maka carilah sahabat-sahabat yang mendukung. Bukan sahabat-sahabat yang melemahkan semangat hijrah kita. Penting agar kita mengganti lingkungan yang tidak mendukung hijrah kepada yang mendukung. Agar keistiqamahan kita dapatkan.

Saudariku, semoga Allah anugerahkan kita sahabat-sahabat yang mencintai karena Allah. Sehingga kelak kita termasuk ke dalam 7 golongan yang mendapatkan naungan ketika tidak ada naungan selain naungan Allah.

 “Tujuh golongan orang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil; pemuda yang tumbuh dengan senantiasa beribadah kepada Allah; orang yang hatinya terpaut kepada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Dia; orang yang dibujuk untuk melakukan perbuatan terlarang oleh wanita yang berkedudukan dan cantik tetapi dia mengatakan, “Aku takut kepada Allah”; orang memberi sedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui yang disedekahkan oleh tangan kanannya; dan orang yang berdzikir kepada Allah di keheningan malam hingga meneteskan air mata.”  (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syifa Azzahra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here