Berhati-hatilah ketika Anak Balita Bertanya

0
117 views

Kiblatmuslimah.com – “Mama, mengapa bunga ini berwarna merah? Mengapa daun ini berwarna kuning…?”

“Mengapa burung kok ada sayapnya? Mengapa kucing kok ada kumisnya, padahal dia perempuan…?”

“Mengapa kambing kakinya 4 tapi ayam kakinya 2…?” Terus bertanya tanpa henti setiap hari.

Apa yang biasa orang tua lakukan? Tahukah kita bahwa saat anak bertanya maka satu saraf kecerdasan dalam otaknya sedang bertumbuh?

Setiap kita jawab, satu saraf kecerdasan sedang merekamnya dan kemudian bertumbuh lagi bak cabang pohon karena ia akan terus lanjut bertanya sampai ia puas. Ketika puas maka saraf kecerdasannya telah tumbuh sempurna untuk saat itu.

Tapi jika malas menjawabnya maka sarafnya berhenti bertumbuh. Parahnya ketika kita membentaknya dengan kata keras semisal, “Diam, cerewet amat sih kamu !!!” Maka perlahan-lahan sarafnya mogok bertumbuh dan mati.

Ketahuilah bahwa setiap anak diberikan modalitas jumlah saraf yang kurang lebih sama oleh Allah dalam otaknya. Nah, permasalahannya adalah modal dasar yang sama itu akan terus berkembang pesat atau menyusut dan mati itu tergantung dari respons kita pada setiap pertanyaaan anak.

Semakin berkembang maka semakin cerdaslah seorang anak dan sebaliknya. Jadi, jika suatu saat nanti anak kita tidak bertumbuh dengan cerdas, kita sudah tahu penyebabnya dan yang menyebabkannya.

Setelah menyadari hal ini semua, saya sungguh sangat berhati-hati pada kedua anak saya,  karena jika kita salah maka anak-anak kita mulai usia SD dan seterusnya akan mulai malas dan berhenti bertanya tentang apapun. Itu pertanda saraf otaknya mulai pasif dan tidak lagi bertumbuh

Saya sungguh sangat bersyukur mengetahui hal ini lebih awal. Jadi, hingga usia 12 tahun saat ini anak-anak saya masih terus gemar bertanya dan bertanya. Sebagai pertanda bahwa pertumbuhan saraf-saraf kecerdasannya masih terus berlangsung pesat.

Beruntung pula bahwa anak kami saat ini bersekolah di rumah (HS) dengan ayah bunda sebagai guru utamanya. Karena dulu berdasarkan pengalaman saya bersekolah, biasanya para guru di sekolah paling tidak suka dengan anak-anak yang terlalu banyak bertanya.

Banyak sekali anak-anak yang awalnya suka sekali bertanya jadi malas dan berhenti bertanya ketika disekolahkan. Entah karena tidak tahu tentang fakta di atas atau memang tidak tahu harus menjawab apa. Terlalu banyak target kurikulum yang ditetapkan padanya dan harus diselesaikan tepat waktu.

Mari kita renungkan dan bagikan, barangkali berguna bagi para orang tua dan guru.

 

Penulis: Ayah Edy

Penyalin: Lulu’

Sumber: www.ayahkita.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here