Balath Asy-syuhada’, Uhud yang Terulang

0
222 views

Kiblatmuslimah.com – Peristiwa Uhud akan selalu terkenang di benak muslimin. Sebuah peperangan yang hampir saja menewaskan Rasulullah SAW. Berawal turunnya para pemanah dari atas bukit, demi melihat pengumpulan harta rampasan perang. Padahal baginda Rasul telah mengingatkan para pemanah sebelum perang untuk tetap berada di atas bukit, dalam keadaan kalah maupun menang.

Nyatanya sifat wahn (cinta dunia) diam-diam menyelinap bahkan berebut masuk ke dalam hati para sahabat, sehingga banyak dari mereka yang khawatir tidak mendapatkan bagian harta jika tidak turun dari bukit dengan segera. Akibatnya kaum muslim hampir saja menerima kekalahan. Banyak para sahabat yang gugur dalam peperangan ini, bahkan nyawa Rasulullah terancam.

Perang Uhud seharusnya menjadi pelajaran bagi kaum muslimin untuk selalu taat kepada pemimpin juga menjaga hati dari sifat wahn. Ternyata sejarah kembali terulang. Tepat 107 tahun setelah Uhud  terjadi, kaum muslimin kembali terhimpit pada sebuah peperangan yang menumpahkan banyak darah syuhada’, disebabkan ketamakan pasukannya terhadap harta rampasan perang.

Sebuah peperangan terjadi di zaman Hisyam bin Abdul Malik, dipimpin oleh seorang tabi’in bernama Abdurrahman Al-Ghafiqi melawan pasukan besar Charles Martel di Eropa barat, dekat dengan Paris. Pasukan musuh telah menunggu pasukan Islam di sungai Loire. Melihat banyaknya pasukan musuh, sang panglima perang memerintahkan tentaranya agar mundur ke tanah luas yang terletak antara Poitiers dan Tours untuk berkemah serta menyusun strategi.

Akan tetapi, di tengah persiapan menuju peperangan, banyak terjadi pertikaian sesama muslimin disebabkan tingginya fanatisme kesukuan. Selain itu, tidak sedikit dari pasukan yang begitu tamak terhadap harta rampasan perang.

Pertempuran akhirnya dimulai pada 1 Ramadhan 114 H. Seperti halnya Rasulullah, Abdurrahman Al-Ghafiqi sang komandan memberikan peringatan kepada pasukannya untuk fokus pada peperangan dan meninggalkan harta-harta tersebut.  Peperangan di antara dua kubu terus berlanjut selama delapan hari tanpa ada satu pihak yang meraih kemenangan.

Pada hari kesembilan, perang kian sengit. Bahkan kali ini serangan kaum muslim semakin menguat hingga terlihat pasukan Charles Martel mulai kelelahan menghadapi pasukan Islam. Tanda-tanda kemenangan Islam mulai terlihat. Namun tiba-tiba terdengar suara yang mengatakan bahwa perkemahan tempat harta rampasan perang nyaris jatuh ke tangan musuh. Seketika sebagian besar pasukan berkuda meninggalkan inti pertempuran dan melesat ke belakang untuk menjaga rampasan perang. Pertahanan depan pun kosong dari pasukan.

Melihat hal itu, Charles Martel tidak mau menyia-nyiakan kesempatannya untuk menyerang balik pasukan Islam. Tidak butuh waktu lama bagi Charles untuk memukul mundur musuhnya. Terlebih saat sang panglima Abdurrahman Al-Ghafiqi berhasil terbunuh dengan anak panah yang menancap tepat di dadanya.

Melihat panglimanya gugur, kaum muslimin semakin berantakan. Sedangkan musuh kian bersemangat merangsek ke depan. Hingga akhirnya kekalahan kembali diterima kaum muslimin dengan kesalahan yang  sama pada perang Uhud silam, yakni kecintaan pasukan terhadap harta dunia. Benar yang pernah disabdakan Rasulullah Saw,

“Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian. Sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR. Bukhari Muslim)
            Jika pada Uhud kaum muslimin bisa kembali mengambil alih kemenangan, tidak pada peperangan kali ini. Pada perang ini, jumlah syuhada yang gugur tidak terhitung. Hingga pertempuran tersebut tercatat sebagai sejarah kelam kaum muslimin dengan sebutan Balath Asy-syuhada’ (pelataran para syuhada’) atau   Battle of Tours and Poitiers.

Oleh: Istiqomah elhaura

Sumber: – Sirah Nabawiyah, Shafiyyurahman Al-Mubarokfuri

  • Para Panglima Islam Penaklukan Dunia, Muhammad Ali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here