Bahayakah Shiyam Ramadhan bagi Ibu Hamil?

0
280 views

Kiblatmuslimah.com – Setiap umat Islam menantikan datangnya bulan Ramadhan. Tak terkecuali muslimah yang sedang menjalani masa kehamilan. Di antara perhatian Islam kepada perempuan hamil adalah memberikan rukhshah (keringanan, red). Yaitu membolehkan mereka untuk tidak menjalankan shiyam Ramadhan.

Syaratnya, apabila ada kekhawatiran atas dirinya, janinnya atau keduanya sekaligus. Kekhawatiran itu harus berdasarkan praduga yang kuat. Bisa berdasarkan pengalaman sebelumnya atau keterangan dokter yang terpercaya. Inilah yang disepakati oleh ulama fikih empat mazhab.

Mereka berhujjah dengan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang artinya, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan shaum bagi musafir, perempuan hamil, dan menyusui.” (HR. Ahmad, no. 19047, At-Tirmidzi no. 715, dll. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Ini berarti, pada dasarnya wanita hamil dihukumi sebagaimana perempuan sehat. Maka kehamilan saja tanpa adanya kekhawatiran atas diri dan janinnya bukanlah hal yang membolehkan perempuan meninggalkan shiyam.

Lantas bagaimanakah ilmu kesehatan membahas masalah ini? Disebutkan bahwa telah banyak studi kedokteran di berbagai negara (Arab, Singapura, Malaysia,  Afrika, Inggris, bahkan Amerika Serikat), yang melakukan penelitian tentang dampak puasa Ramadhan terhadap metabolisme ibu hamil, kesejahteraan janin dan hasil persalinan.

Namun para ahli belum bersepakat tentang adanya penelitian yang adekuat (memenuhi syarat, red) untuk merekomendasikan puasa benar-benar aman bagi ibu hamil. Sebagai contoh di Malaysia, penelitian terhadap terhadap 605 ibu hamil yang berpuasa, menunjukkan tidak ada efek pada berat badan ibu dan bayi baru lahir. Namun lain halnya di Arab Saudi, jumlah bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan kematiannya meningkat pada musim haji serta puasa Ramadhan.

Nah, risiko yang dikhawatirkan dapat timbul pada ibu hamil yang berpuasa antara lain kemungkinan kurangnya asupan kalori, hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal), bertambah beratnya mual muntah, hingga terjadinya dehidrasi.

Di sisi lain, cukup banyak penelitian telah dilakukan dan membuktikan bahwa ibu hamil normal tanpa keluhan, tidak mendapatkan efek yang berbahaya dari berpuasa selama Ramadhan.

Maka bagi muslimah yang sedang hamil dan ingin menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, berikut trik yang bisa diikuti:

  1. Wajib konsultasi kepada dokter/bidan yang mengetahui riwayat dan keadaan kehamilan Anda saat ini.
  2. Penting untuk menjaga asupan gizi seimbang selama puasa, memperbanyak asupan serat, minum air putih minimal 2 liter/hari, menghindari konsumsi gula, garam dan kafein berlebih.
  3. Memperhatikan pola aktivitas dan tidur yang cukup.
  4. Waspada terhadap tanda bahaya kehamilan yang terjadi, yaitu berkurangnya gerakan janin pada malam hari, kontraksi prematur, mual/muntah, sakit saat buang air kecil, demam, nyeri pinggang, lemas, kelelahan, pusing, dan sakit kepala.

Fadhilah

Sumber:

Majalah Hujjah edisi 37 Vol.IV Januari 2018

Amankah bila ibu hamil berpuasa selama ramadhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here