Awal Babak Drama yang Sesungguhnya di Suriah

0
196 views

Kiblatmuslimah.com – Setelah Departemen Pertahanan diserahkan kepada Hafidz Al-Asad, seorang Nushairiyah pembuat makar, dimulailah babak-babak drama yang sebenarnya. Hafidz Al-Asad adalah seorang Nushairiyah fanatik dan pengusung gagasan Partai Nasional Suriah. Ia mainkan misi militer yang dikirim ke London selama 6 bulan. Yahudi dan Salib International mengatur setiap perannya dan kelompoknya di masa mendatang. Babak awal pertempuran sudah dimulai pada 5 Mei 1967.

Hafidz Al-Asad mengatur penyerahan benteng timur militer, garis pertahanan benteng, kota Qunaitra dan dataran tinggi Golan kepada tentara Israel, tanpa adanya sebuah peperangan. 11 Juni 1967, militer melaporkan jatuhnya Qunaitra dan memerintahkan untuk menarik tentara Suriah dari garis pertahanan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan No. 66. Penarikan pasukan ini dilakukan 17 jam sebelum masuknya Israel ke wilayah Qunaitra.

Laporan ini banyak disebut oleh para politisi di Barat dalam memoar-memoar mereka. Sedangkan laporan rincinya lebih banyak diceritakan oleh para perwira militer Suriah, Mesir dan Jordan yang sezaman. Perdana Menteri Jordan, Saad Jum’ah mengatakan dalam bukunya Al-Muamarah Al-Kubra wa Ma’rakatu Al-Mashir (Konspirasi Besar dan Pertempuran Penentuan) yang akan dibahas selanjutnya.

Pada tanggal 5 Juni waktu Dzuhur, Duta Besar “Daulah Kubra” di Damaskus menghubungi pejabat senior dan mengundangnya ke rumah karena masalah yang sangat mendesak. Saat itu juga mereka langsung bertemu. Duta Besar tersebut mengutip sebuah teks telegram kepada pejabat senior dari pemerintahannya. Isinya untuk meyakinkan bahwa Angkatan Udara Israel telah menghabisi Angkatan Udara Mesir. Telah jelas peperangan antara Arab dan Israel. Tetapi Israel tidak bermaksud untuk menyerang Pemerintah Suriah.

Israel dari dulu hingga sekarang adalah sebuah negara (Sosialis) yang selalu simpati dengan Partai Ba’ats (khususnya Ba’ats Alawiyyah). Sehingga kepentingan Suriah adalah kepentingan Partai. Revolusi dirasa sangat cukup menguntungkan. Dengan melakukan bentrokan kecil saja, mampu menjamin keselamatan dirinya.

Pejabat Suriah tersebut pergi untuk menyampaikan yang telah ia dengar kepada kawan-kawannya yang menjadi pemegang kekuasaan Nasional maupun Daerah. Selanjutnya ia kembali lagi untuk mengabarkan kepada Duta Besar akan persetujuan Partai, Pemerintahan dan para pimpinan akan isi surat telegram. Cerita ini banyak dimuat di buku-buku kontemporer dan memoar para tokoh.

Hafidz Al-Asad sebagai Menteri Pertahanan memainkan peran penting untuk Nushairiyah Alawiyah. Dia menandatangani transaksi bersama Yahudi dan Salib, menyerahkan kepemimpinan negara dan menjadikan Nushairiyah Alawiyah berkuasa di kerajaan Suriah. Referensi ini dapat dibaca dalam buku karangan Khalil Mushtafa dengan judul Suquthu Al-Jaulan (Jatuhnya Dataran Tinggi Golan).

Ibrahim Makhus, Menteri Luar Negeri Suriah dari Partai Ba’ats sekte Durze menjelaskan dalam pidatonya yang tertulis di dalam buku Muamarah Ad-Duwait At-Thaifiyyah karya Abdul Ghani An-Nawawi. “Tidak ada masalah jika musuh menduduki Damaskus atau bahkan Homs dan Halb (Alepo). Karena ini semua adalah tanah yang bisa diganti dan bangunan-bangunan yang bisa dibangun ulang.

Lanjutnya, “Lain halnya jika mereka menghabisi partai Ba’ats. Bagaimana mungkin ia akan diganti? Sedangkan ia adalah harapan bangsa Arab. Janganlah kalian lupa, tujuan utama serangan Israel adalah menjatuhkan Pemerintahan progresif Suriah. Maka siapa saja yang menuntut penggantian partai Ba’ats adalah agen Israel”.

Selama tiga tahun drama yang dibuat-buat telah berjalan, maka bulan Oktober 1970 diumumkan Gerakan Koreksi (Al-Harakah At-Tash-hihiyah). Pada gerakan inilah terjadi kudeta putih yang mengantarkan Hafidz Al-Asad pada puncak  pemerintahan. Pada bulan ini hingga bulan Juli 2000 merupakan babak utama dalam drama Nushairiyah Alawiyah.

@dafa.an-nuur

Syaikh Abu Mus’ab As-Suri. 2013. Rezim Nushairiyah: Sejarah, Aqidah dan Kekejaman terhadap Ahlu Sunnah di Syiria. Solo: Jazeera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here