ASI Eksklusif

0
106 views

Kiblatmuslimah.com – ASI eksklusif adalah memberi ASI (Air Susu Ibu) saja tanpa diberi tambahan makanan dan minuman sejak bayi lahir sampai 6 bulan. Kecuali pemberian obat dan vitamin (Depkes RI, 2003).

 

Menurut WHO (2006), ASI eksklusif adalah bayi hanya mendapatkan ASI dari ibu. Pengasuh memberi minum ASI ibu, tanpa memberikan makanan padat lainnya, seperti sirup, air putih dll.

 

ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan makanan pendamping ASI dan ASI dilanjutkan sampai usia anak 2 tahun.

 

Jenis ASI:

  1. Kolostrum

Cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ke-3. Kolostrum bisa dikatakan “imunisasi” pertama yang diterima bayi karena banyak mengandung protein untuk daya tubuh yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Kadarnya 17 kali dibandingkan dengan ASI matur.

 

  1. Susu transisi

Air susu ibu yang diproduksi setelah kolostrum antara hari ke-4 sampai dengan hari ke-10. Dalam susu transisi ini terdapat immunoglobulin, protein dan laktosa dengan konsentrasi yang lebih rendah dari kolostrum tetapi kosentrasi lemak dan jumlah kalori lebih tinggi, vitamin larut lemak berkurang, vitamin larut air meningkat. Bentuk dan warna susu lebih putih dari kolostrum.

 

  1. Susu matur

Yang dimaksud air susu matur adalah susu yang keluar setelah hari ke-10. Berwarna putih kental. Komposisi ASI yang keluar pada isapan-isapan pertama (foremilk) mengandung lemak dan karbohidratnya lebih banyak dibandingkan hindmilk (ASI yang keluar pada isapan-isapan terakhir). Jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang dihisap sebelum habis.

 

Manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI sebagai sumber gizi,
  2. ASI dapat menjaga pertahanan tubuh bayi,
  3. ASI dapat meningkatkan kecerdasan bayi dan,
  4. Pemberian ASI dapat meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi.

 

Manfaat pemberian ASI bagi ibu:

  1. Mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara,
  2. Membantu kelancaran produksi ASI,
  3. Sebagai metode alami pencegahan kehamilan dalam enam bulan pertama setelah kelahiran, dan
  4. Membantu mengurangi berat badan lebih dengan cepat setelah kehamilan

(WHO, 2016).

 

Kelancaran  produksi ASI dipengaruhi oleh banyak faktor seperti frekuensi pemberian ASI, berat bayi saat lahir, usia kehamilan saat bayi lahir, usia ibu dan paritas (faktor kelahiran), stres dan penyakit akut, inisiasi menyusu dini (IMD), keberadaan perokok, konsumsi alkohol, perawatan payudara, penggunaan alat kontrasepsi dan status gizi.

 

Perlu diingat, ketersediaan ASI yang lancar pada ibu menyusui akan membantu kesuksesan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, sehingga membantu bayi tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai rekomendasi dari WHO (Ferial, 2013).

 

Namun ada ibu yang tidak direkomendasi untuk memberikan ASI eksklusif. Ketika kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan memberikan ASI eksklusif. Seperti ibu yang menderita PCOS (terganggunya fungsi ovarium), sedang terapi kemoterapi, mempunyai penyakit menular dan lain sebagainya. Juga ketika ibu diketahui hamil lagi setelah melahirkan dan memiliki masalah keguguran. Maka ibu perlu berkonsultasi dengan dokter.

 

Tips memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja:

  1. Persiapakan diri sebelum masuk kerja
  2. Melatih kemampuan memerah ASI
  3. Hindari stres saat memulai pekerjaan
  4. Sempatkan waktu untuk menyusui langsung ke bayi
  5. Mempersiapkan persediaan ASI perah

 

Berapa lama ASI perah dapat disimpan?

Di dalam ruangan dengan suhu 27-32°C kolostrum dapat disimpan selama 12 jam, sedangkan ASI pada suhu 19-25°C dapat tahan 4-8 jam. Bila ASI disimpan di dalam lemari es pada suhu 0-4°C akan tahan selama 1-2 hari. Penyimpanan di dalam lemari pembekuan (freezer) 1 pintu ASI tahan 2 bulan, sedang pada freezer 2 pintu tahan 3-4 bulan. Tempat penyimpanan ASI sebaiknya menggunakan plastik polietylen atau gelas kaca.

 

Nah, pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi sangat bermanfaat karena mengandung banyak zat gizi dan antibodi yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang. Bekerja bukan merupakan alasan atau kendala bagi ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Sekian, semoga bermanfaat.

 

Sumber:

http://nakita.grid.id/amp/0218941/5-fakta-medis-mengapa-ada-ibu-yang-tidak-bisa-menyusui-bayinya?page=all

Berbagai sumber dari internet

Penulis: Triwulandari, Amd.Kep.

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here