Angkatan Laut Islam Era Daulah Umawiyah

0
83 views

Kiblatmuslimah.com – Sejarah Angkatan Laut Islam bermula seiring dengan penaklukan wilayah Syam dan Mesir dengan garis pantainya yang luas. Pada era pemerintahan Khalifah Umar bin Al-Khattab dan Utsman bin Affan, Muawiyah bin Abu Sufyan menjabat sebagai gubernur Syam. Pada masa kepemerintahannya, Muawiyah mengembangkan Angkatan Laut Islam dengan mendirikan beberapa pabrik pembuatan kapal di Iskandariya dan Akka.

 

Muawiyah dengan strateginya yang handal dalam dunia kemaritiman mampu menaklukan beberapa kota di wilayah laut Mediterania seperti Cyprus, Arwad dan Rhodes. Kota-kota inilah yang selanjutnya menjadi benteng pertahanan Islam dari serangan Angkatan Laut Byzantium. Selain menjadi benteng pertahanan, kota-kota inilah yang menjadi kota utama dalam penyerangan kepada Angkatan Laut Byzantium.

 

Di zaman Khulafaurrasyidin, Angkatan Laut Islam berhasil menahan serangan Byzantium di Iskandariya tahun 25 H dan Perang Dzatu Shawari tahun 34 H. Prestasi yang diraih oleh Daulah Umawiyah yaitu beberapa kali melakukan blokade atas kota Konstantinopel dari tahun 54-60 H dan 98-99 H. Tujuan dari pemblokadean ini adalah untuk menaklukkan Konstantinopel.

 

Angkatan Laut Islam dengan didukung Angkatan Daratnya melakukan perang besar melawan penjajah Byzantium yang didukung kabilah-kabilah Barbar di Maghribi dan Afrika Utara.

 

Pada tahun 46 H, Angkatan Laut Islam berusaha menaklukkan pulau Sicilia yang dipimpin oleh Angkatan Laut Mesir (ALM). Pada tahun 49 H, ALM melakukan peperangan di bawah pimpinan Uqbah bin Nafi’. Selanjutnya melawan Byzantium di bawah pimpinan Hissan bin An-Nu’man.

 

Tahun 79 H, ALM menang melawan Byzantium di kawasan perairan Cartagena. ALM ikut dalam penyerangan pulau Sardania pada masa kepemerintahan Marwan bin Abdul Malik. ALM terus berpartisipasi dalam perang di laut hingga pada tahun 89 H, ketika Hissan bin An-Nu’man membangun pabrik pembuatan kapal di Tunisia.

 

Pembangunan pabrik kapal tersebut dikarenakan ALM mendapat tekanan dari Byzantium di kawasan pantai mereka sendiri. Byzantium melakukan itu agar ALM tidak membahayakan wilayah yang sudah dikuasainya. Pembangunan pabrik kapal itu dengan memanfaatkan keterampilan orang-orang Mesir. Untuk mendorong mereka mau berpindah ke Tunisia dan bekerja di pabrik tersebut, maka Khalifah Abdul Malik bin Marwan membebaskan mereka dari kewajiban membayar pajak.

 

Daulah Umawiyah memiliki beberapa kapal besar yang beroperasi di wilayah yang berbeda. Armada Syam dan Mesir beroperasi di bagian timur laut Mediterania. Armada Tunisia beroperasi di bagian tengah laut Mediterania. Tahun 58 H, Daulah Umawiyah melakukan manuver besar-besaran di laut Tunisia dengan tujuan membuka pulau-pulau di wilayah laut Mediterania bagian barat, terutama pulau-pulau di Sicilia.

 

Mengapa menjadikan pulau-pulau di Sicilia sebagai target penaklukan sejak lama? Karena pulau-pulau ini merupakan wilayah strategis untuk menghalangi pasukan Byzantium. Dalam operasinya, muncul nama-nama besar seperti Musa bin Nushair yang didukung oleh para perwiranya. Mereka berhasil mengalahkan Byzantium. Serangkaian jihad tersebut mengantarkan umat Islam untuk menaklukkan pulau Sardania, Andalusia dan Mayuriqah.

 

Manuver-manuver Angkatan Laut Islam terus berlanjut hingga hilangnya kekuasan Daulah Umawiyah pada bulan Rabiul Awal 132 H. Sejak itu, Angkatan Laut Islam berdiam di tempat selama kurang lebih setengah abad. Meskipun usia Daulah Umawiyah relatif lebih singkat dibanding yang lainnya, namun Angkatan Laut Islam mengalami puncak keemasannya pada masa ini.

 

Daulah Umawiyah menghadapi banyak gejolak internal khususnya semangat fanatisme jahiliyah. Selain internal, mereka harus menghadapai serangkaian revolusi yang dilancarkan oleh para pembangkang semisal kaum Khawarij, Syiah dan kaum revolusioner dari kelompok lain. Namun Daulah Umawiyah tetap dikenang sebagai dinasti mujahid di darat dan laut.

 

Angkatan Darat Daulah  Umawiyah melakukan perluasan wilayah hingga ke bumi belahan timur yang mencakup seluruh wilayah Khurasan, bahkan mencapai wilayah perbatasan dengan China dan India. Angkatan Laut Daulah Umawiyah menaklukkan hampir semua pulau di wilayah Laut Mediterania di sisi timur dan baratnya. Kemudian menembus Lautan Qairani dan Laut Adriatik, serta menaklukkan bumi Andalusia dan menyerbu sebagian besar wilayah Perancis di pedalaman.

 

Daulah Umawiyah mampu menjadikan wilayah laut sebagai medan jihad bersamaan dengan wilayah darat. Biasa dikenal dengan strategi ganda, jihad di darat dan laut dalam waktu bersamaan dengan jangkauan wilayah yang sangat luas. Strategi ini hanya dapat dilakukan pada kepemerintahan Daulah Umawiyah dan Daulah Ustmaniyah.

@daffa.an-nuur

Az-Zuhairi, Syarif Abdul Aziz. 2016. Pahlawan Islam Penguasa Lautan. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here