Anak Terlambat Bicara karena Gadget

0
48 views

Kiblatmuslimah.com – Memiliki anak adalah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Terlebih jika orang tua paham bahwa anak adalah aset dunia dan  akhirat bagi mereka. Sewajarnya orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya.

 

Di era milenial ini, melepaskan diri dari gadget bukanlah hal yang mudah. Termasuk dalam hal pendidikan anak, gadget masih menjadi musuh terbesar manusia. Terlebih saat anak masuk dalam periode emasnya.

 

Yang dimaksud periode emas adalah masa pra tamyiz. Dalam Islam ada fase yang disebut tamyiz, yaitu usia seorang anak bisa membedakan baik dan buruk. Ulama berpendapat tamyiz dimulai ketika anak berusia enam-tujuh tahun. Dari sini, bisa dikatakan usia 0 s/d 7 tahun (pra tamyiz)  adalah  periode emas. Para ahli sepakat bahwa 0 s/d 7 tahun adalah masa otak tumbuh dan berkembang dengan pesat. Waktu yang setiap orang tua tidak boleh luput darinya. Ketika orang tua berhasil membangun kebiasaan yang baik maka akan baik pula masa depan si anak.

 

Ketika gadget ikut campur dalam fase ini maka bisa dipastikan ada efek buruk yang terjadi pada anak. Salah satunya adalah speech delay (terlambat bicara). Hal ini terjadi karena anak terlalu fokus terhadap gadgetnya dan kurangnya stimulasi dari orang dewasa di sekitar anak tersebut.

 

Gadget sangat disukai anak-anak karena suara dan gambar warna-warni yang menarik perhatian anak. Namun dia hanya menjadi pendengar pasif. Tidak ada interaksi yang terjadi. Jika ini terjadi terus-menerus maka perbendaharaan kata anak pun sedikit. Speech delay akan terjadi.

 

Stimulasi dini dengan mengajaknya bicara harus dilakukan oleh setiap orang tua. Karena bayi telah mengenal bahasa sejak berusia 3 bulan. Ia akan melakukan cooing (mengoceh) sebagai bentuk respon terhadap orang yang mengajaknya bicara. Ini terjadi sampai ia berusia 6 bulan.

 

Lalu pada tahap perkembangan bicara yang normal, anak pada usia 10 hingga 11 bulan sudah bisa meniru. Ia bisa mengucapkan “Papa” atau “Mama” meski belum mengetahui makna sebenarnya. Sedangkan saat usianya genap 12 bulan, ia sudah fasih memanggil “Papa” atau “Mama” bahkan bisa mengucapkan kata-kata sehari-hari yang terdiri dari dua atau tiga suku kata.

 

Di  usia 24 bulan atau dua tahun, ia pun memiliki lebih banyak kosakata, hingga mencapai 50 kosakata. Pada usia ini, anak mulai bisa memahami perkataan orang lain. Sedangkan ketika usianya sudah lebih dari dua tahun ia akan mulai mengingat nama, menyusun kalimat, serta mengingat lebih dari 400 kata. Jadi jika ketika usianya sudah menginjak 2,5 tahun namun ia belum juga memiliki kemampuan ini maka anak dipastikan terkena speech delay. Oleh karena itu, selalu perhatikan tumbuh kembang anak, Umi. Jangan biarkan gadget merenggut periode emas anak kita.

 

Penulis: Nur Fadhilah, Amd

Editor: UmmA

Sumber: https://www.halodoc.com/cara-tepat-deteksi-speech-delay-pada-buah-hati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here