Al-Izz bin Abdussalam, Sultan Para Ulama

0
117 views

Kiblatmuslimah.com – Raja Shalih bin Isma’il bermaksud untuk mencari muka di hadapan kaum salib. Demi mempertahankan Damaskus dan kawasan lain yang berada dalam kekuasaannya. Akhirnya, ia menyerahkan benteng Shafad dan Syafiq kepada kaum salib secara suka rela dan tanpa perang. Al-Izz bin Abdussalam mengingkari tindakan raja tersebut dan enggan mendoakannya dalam khotbah.

Akhirnya, raja Shalih mencopot jabatan Al-Izz sebagai khatib dan pengajar di masjid Jami’ Umawi. Tidak hanya itu, bahkan Shalih bin Ismail memenjarakan dan memperlakukannya secara kasar. Namun, masyarakat umum, termasuk juga kalangan yang berilmu, orang-orang mulia, dan para pemilik pandangan cemerlang, menolak hal itu. Mereka menuntut agar Al-Izz dibebaskan.

Shalih bin Ismail terpaksa tunduk pada tuntutan rakyat. Akhirnya, Al-Izz dibebaskan dari penjara. Lalu ia memilih untuk pindah ke Mesir yang saat itu masih jauh dari kekuasaan kaum salib. Ketenaran ilmu, fikih, sikap mulia dan kehormatan Al-Izz sudah lebih dulu sampai ke Mesir.

Penguasa Mesir kala itu, raja Shalih Najmuddin Ayyub, menyambut kedatangannya dengan sangat baik. Lalu menjadikannya orang dekat, mengangkatnya sebagai hakim dan khatib. Kemudian memberinya wewenang untuk memerintah dan melarang.

Al-Izz juga terkenal dengan keintelektualannya. Keragaman disiplin imu yang dia tulis menunjukkan luasnya ilmu, pemahaman dan andil yang ia berikan. Al-Izz banyak mengerluarkan karya-karya fenomenal. Beberapa kitab-kitabnya adalah Al-Fawa’id, Al-Ilmam fi Adillatil Ahkam, Maqashid Ar-Ri’ayah.

Dalam proses menyusun kitab-kitabnya, Al-Izz bin Abdussalam melepas jabatannya sebagai khatib dan pengajar, lalu fokus menulis. Di sini tampak jelas kesungguhan, keberanian, dan kekuatan dalam menyampaikan kebenaran secara terang-terangan. Itu merupakan kepribadian Al-Izz, sehingga pantas dijuluki sebagai sultan para ulama.

 

Oliver Al-Qori’

Referensi: Muhammad Ali. 2018. Kisah Para Wali (Al-Atqiya’, Al-Akhfiya’, Al-Ashfiya). Jakarta Timur: Al-Azhar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here