Aksi 115, Indonesia Tolak Pemindahan Kedubes AS

0
198 views

kiblatmuslimah.com – Umat Islam akan menggelar aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis besok Jumat (11/5) di Monas, Jakarta.  Giat massal ini diberi nama Aksi 115. Rencananya akan diawali shalat Subuh berjamaah dan diakhiri dengan shalat Jumat.

 

Ketua panitia aksi Syaefudin A. Suhada mengatakan bahwa aksi ini diadakan sebagai penolakan umat Islam Indonesia atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada tanggal 6 Desember 2017, AS mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota penjajah Zionis Israel.

 

Menurutnya, seluruh dunia mengadakan penolakan. Baik di tingkat masyarakat maupun negara. Bahkan di sidang darurat Majelis Umum PBB pada 21 Desember, sebanyak 128 negara mendukung resolusi yang menolak keputusan Trump yang provokatif ini.

 

“Namun Trump sama sekali tidak mengindahkan penolakan dunia atas sikapnya itu. Amerika Serikat bahkan menegaskan akan tetap memindahkan kedutaannya pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini bertepatan dengan 70 tahun dimulainya pendudukan Israel atas Palestina,” ujarnya kepada wartawan, Senin (7/5).

 

Syaefudin menambahkan, keputusan Trump  tersebut menggambarkan sikap jahat dan zalim yang menantang dunia. Sehingga rakyat Indonesia merasa perlu mengajukan tuntutan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap tegas atas pelanggaran Donald Trump ini. Karena  bertentangan dengan 9 resolusi Dewan Keamanan PBB. Di antaranya resolusi 242 tahun 1967, resolusi 252 pada tahun 1968, resolusi 456 dan 478 pada tahun 1980, 672 pada tahun 1990, 1397 pada tahun 2002 dan lain sebagainya.

 

“Indonesia menuntut kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut, serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global. Dan menuntut Pemerintah Amerika Serikat, untuk membatalkan pengakuan terhadap eksistensi negara Israel dan rencana pemindahan kedutaannya ke Yerusalem (Baitul Maqdis), serta keputusan provokatifnya yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota Israel,” lanjutnya.

 

Syaefudin mengingatkan pemerintah Republik Indonesia untuk berjuang keras menggunakan haknya dalam menekan OKI dan PBB. Bersama melawan keputusan Trump. Sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini bahwa Palestina berada di ‘jantung hati’ kebijakan luar negeri Indonesia.

 

“Kita berharap agar rakyat Indonesia terus bersatu dalam memperjuangan hak-hak rakyat Palestina. Hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah Zionis Israel. Sedangkan khusus kepada umat Islam Indonesia, untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama Rabbani. Agar tercapainya tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al-Aqsha ke pangkuan kaum muslimin,” tegasnya.

 

Syaefudin mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut serta hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis dengan menjaga kode etik peserta aksi. Yaitu agar senantiasa menjaga persaudaraan, ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan.

 

“Tidak diperkenankan membawa bendera kecuali bendera Indonesia dan Palestina, dan dilarang menggunakan atribut politik praktis. Peserta dianjurkan menggunakan pakaian serba putih dan membawa atribut ‘kepalestinaan’ seperti kaus, syal dan sejenisnya,” pungkasnya. [Anis]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here