Agar Shalat Kita Menjadi Khusyuk

0
36 views
Muslim men praying during Ramadan

Kiblatmuslimah.com – Shalat adalah hal pertama yang dihisab oleh Allah. Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyuk dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyuk umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh.

Berikut ini tips sederhana yang insya Allah dapat membantu untuk khusyuk dalam shalat. Kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi dan konsentrasi. Tips ini takkan berguna jika sedari awal tidak konsentrasi saat shalat.

Dalam menjaga kekusyukan shalat, bukan hanya dilakukan saat shalat saja. Tapi sebelum shalat, ada hal-hal penting yang harus diperhatikan di antaranya:

1. Ketika mendengar adzan, ikutilah adzan tersebut kemuadian berdoa setelahnya

2. Jangan menunggu waktu untuk mengerjakan hal lain

3. Menghindari berbicara saat berwudhu

4. Jangan aktif menyembunyikan ruas jari-jemari sampai selesai shalat

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengerjakan shalat:

1. Paham sahnya shalat, di antaranya mengetahui 5 waktu shalat.

2. Menutup aurat

3. Menghadap kiblat

4. Bersuci dengan wudhu atau mandi dan memperhatikan najis-najis yang membatalkan wudhu dan shalat

5. Tumakninah atau konsentrasi yaitu tenangnya badan sampai ke ruas-ruas ketika berpindah gerakan. Misalnya ketika rukuk sampai membentuk sudut 90 derajat

6. Tidak boleh berbicara sampai selesai shalat

7. Pahami bacaan shalat. Hal ini penting karena dengan memahami bacaan yang dibaca, inya Allah shalat akan khusyuk. Ketika membaca Al-Fatihah pun, Allah menjawab permintaan kita.

Sebagaimana Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan, “Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan, ‘Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya)’, Kujawab, ‘Hamidani ‘abdi (hamba-Ku memuji-Ku)’.

Jika hamba-Ku megatakan, ‘Ar-Rahmanir Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Penyayang)’, Kujawab, ‘Atsna ‘alayya ‘abdi (hamba-Ku memuji-Ku lagi)’.

Jika hamba-Ku mengatakan, ‘Maaliki yaumiddin’ (Penguasa di hari pembalasan)’, Kujawab, ‘Majjadani ‘abdi (hamba-Ku menyanjung-Ku)’.

Jika hamba-Ku mengatakan, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong)’. Kujawab, ‘Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya yang diminta’.

Jika hamba-Ku mengatakan, ‘Ihdinash shiraatal mustaqim… dst (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat)’, Kujawab, ‘Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya yang diminta’.” (HR. Muslim).

Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al-Fatihah bersikaplah seakan mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya.

Rukuk: Bungkukkan punggung untuk Allah saja dan tundukkan hati bersamanya.

Berdiri dari rukuk: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung tegak kembali.

Sujud: Letakkan bagian tubuh yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa manusia berasal darinya dan akan kembali ke sana. Lalu katakan, “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Mahatinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati. Lalu berdoalah sesuka hati.

Duduk lalu sujud yang kedua: Bersimpuhlah di hadapan Allah dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali.

Tasyahhud: At-tahiyyaatu lillaah was-shalawaatu wat-thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu!

Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu, wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam.

Nabi bersabda, “Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

“Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahis shaalihin (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.

‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kaulimpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanya suri teladan terbaik. Berterimakasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.

Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…

Salam ke kiri: ucapkan dalam hati, “Hai malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat”.

Ketika shalat selesai, membaca istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.

Bacalah, “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu keselamatan. Maha berkah Engkau wahai yang memiliki segala kemuliaan)… Ingatlah bahwa kalimat ini akan diucapkan kepada Allah di surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru dengan mengatakan, “Wahai ahli surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab, “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.

Lalu bacalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat yang berikutnya juga sempurna.

8. Mata melihat tempat sujud.

9. Jangan banyak bergerak.

Itu tadi beberapa hal agar membuat shalat bisa menjadi lebih khusyuk. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan dalam kehidupan keseharian. Semoga amalan shalat kita diterima oleh Allah, dianggap baik dan berkualitas. Sehingga mendapatkan pahala yang sempurna. Karena jika amalan shalat dianggap baik, bernilai sempurna maka amalan lainya juga bernilai sempurna. Amiin….

Oleh: Fyrda ummu Farhat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here