Penerapan Hukum Islam di Kesultanan Banjar

0
115 views

Kiblatmuslimah.com – Lahirnya Kesultanan Banjar telah dijelaskan pada artikel pertama (Baca: Negara Islam Kesultanan Banjar). Agama Islam telah menjadi agama resmi negara. Namun, lebih dari dua abad perjalanannya, hukum Islam belum diterapkan dalam kesultanan. Hal ini disebabkan belum adanya ulama yang mendampingi Sultan dalam menjalankan kepemimpinan.

Pada masa kekuasaan Sultan Tahmidullah II (1761-1801 M) barulah hukum Islam diterapkan dalam Kesultanan Banjar. Ulama yang mendampinginya adalah Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Beliau menuntut ilmu dari Mekkah dan Madinah, tiba di Martapura pada tahun 1772 M. Kedatangan ulama ini sangat mempengaruhi perubahan negara dan masyarakatnya.

Hukum pidana Islam pernah diberlakukan oleh negara untuk kasus pembunuhan, murtad, mencuri dan juga perzinaan. Kemudian dibuat lembaga peradilan Agama yang diusulkan oleh Syeikh Muhammad Arsyad. Syeikh Muhammad Arsyad selanjutnya diangkat sebagai Musytasyar (Mufti Besar) yang bertugas untuk mendampingi Sultan dalam menjalankan kepemerintahan.

Peran Syeikh Muhammad Asryad sangat besar dalam perkembangan Islam di wilayah Kalimantan, terutama di Banjarmasin. Beliau mengajarkan ilmu Dinul Islam kepada masyarakat, menulis beberapa kitab dan tentu usulan penerapan hukum Islam di Kesultanan Banjar. Di samping menjadi Musytasyar, ia juga menjadi seorang khatib, imam, muazin dan penjaga masjid. Beliau biasa disebut dengan panggilan Datuk Kelampayan.

Penerapan syariat Islam ini dilanjutkan oleh pemerintahan Sultan Sulaiman (1805-1825 M) dan Sultan Adam Al-Wasik Billah (1825-1857 M). Sultan Adam mendapat gelar Sultan Muda sejak tahun 1782 M. Pada tahun 1835, Sultan Adam mengeluarkan undang-undang negara yang disebut undang-undang Sultan Adam. Undang-undang tersebut adalah hukum Islam dalam bidang politik sebagai perkembangan dari perundangan Islam di Kesultanan Banjar.

Sosok Sultan Adam dikenal sangat baik oleh rakyatnya. Sebagai seorang pemimpin negara Islam, ia dikenal sebagai orang yang shalih, gemar menjalankan ajaran Islam dan dihormati oleh rakyatnya. Ia juga memiliki perhatian yang besar pada perkembangan agama Islam di wilayah Kalimantan.

Selanjutnya: Penghapusan Hukum Islam di Kesultanan Banjar

K. Subroto. 2017. Lapsus Syamina: Negara-Negara Islam di Kalimantan 1425-1905 M. Vol 18: 14-17.

Daffa An Nuur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here