Ketika Bangga Diri Melenyapkan Amal

0
120 views

Kiblatmuslimah.com – Betapa lemahnya hati ini, kadang terselip bangga di dalamnya. Melihat kebajikan yang dilakukan, padahal tak seberapa. Kadang juga menolak akan nasihat yang disampaikan. Merasa dia yang mengingatkan bukanlah siapa-siapa. Perkara hati merupakan perkara rahasia, antara sang pemilik hati dengan Rabb semesta yang mengaturnya. 

Masruq bin Ajda’ bin Malik, seorang tabiin Kufah berkata,

“Cukuplah seorang mukmin itu dikatakan bodoh bila ia merasa takjub dengan amalannya, dan cukuplah seorang mukmin itu dikatakan berilmu bila dia takut kepada Allah.”

Rasa kagum dengan amalan dan diri sendiri disebut sifat ujub. Imam Ghazali mengatakan bahwa ujub adalah penyakit kronis yang menggerogoti hati. Ia memang tak terlihat namun menjadi penyebab dari kebinasaan. Sebagaimana sabda Rasulullah,

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: tamak lagi kikir, mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).

Sifat ujub merupakan sifat yang tercela dan harus dihindari. Karena ia menyebabkan hilangnya seluruh pahala. Tak hanya itu, sifat ujub juga meumbuhkan rasa sombong dalam jiwa. Sehingga akhirnya mengundang murka dari yang Kuasa.

Contoh yang paling jelas adalah sikap Iblis. Yang menganggap dirinya lebih baik daripada Adam. Akibatnya, semua sujud yang pernah ia lakukan hilang begitu saja. Lenyap seketika dibakar kobaran api kesombongan. Bahkan menyebabkan Allah murka dan ia pun dikeluarkan dari Surga.

Lalu bagaimankah cara kita menghindarinya?

Ustadz Salim A. Fillah di dalam bukunya, Dalam Dekapan Ukhuwah menuliskan,

“Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasihati. Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini:

Jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak.

Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.

Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.

 Jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya’.”

Saudaraku … mari bersama merendahkan hati. Senantiasa waspada dan menasihati diri, agar tidak terkecoh pada kebajikan yang dilakoni. Karena sejatinya, surga diperoleh hanya karena ridha Ilahi. Bukan karena tumpukan amal yang kita miliki.

Wallahu a’lam bisshawab

Penulis: hannabillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here