Kehebatan Hafalan Wanita Mauritania

0
438 views

Kiblatmuslimah.com – Dalam kitab Mausu’ah Hayat Mauritania disebutkan bahwa pada kabilah Jekant (Salah satu kabilah terkenal yang banyak melahirkan para ulama) terdapat 300 anak perempuan yang hafal Muwatha’ karya Imam Malik. Ini baru satu kitab yang dihafal para gadis belia tadi, belum lagi jika ditambah matan-matan lainnya dan kaum laki-lakinya. Oleh karenanya, mereka mengenal istilah“ilmu ada di Jekant.”

Keajaiban lain yang dimiliki wanita Mauritania dalam hal hafalan sebagaimana yang dikisahkan oleh al-‘Allamah Muhammad Salim bin Abdul Wadud bahwa ibunya yang bernama Maryam binti Laa’imah konon bisa hafal al-Qamus dengan cara ajaib. Hal itu terjadi karena Maryam sering diutus oleh ayahnya mendatangi kemah salah seorang alim di kampungnya, agar mencarikan makna suatu kalimat dalam kamus tersebut.

Sang alim konon amat pelit dengan kitabnya, ia tidak mau meminjamkannya kepada orang lain. Akhirnya Maryam (yang saat itu masih kecil) harus menghafal makna kalimat yang dicari lalu menyampaikannya kepada ayahnya. Demikian seterusnya hingga akhirnya dia hafal seluruh isi kitab tersebut.

Adapun di masa sekarang, salah satu contohnya ialah seorang wanita alim dan faqih yang bernama Maryam binti Heyn al-Jekniyah. Beliau adalah ibunda Syaikh Abdullah al-Imam. Menurut penuturan beberapa orang murid Syaikh Abdullah, jika Syaikh kebetulan sedang tidak ada di rumah, maka ibunya menggantikan beliau mengisi kajian dengan mensyarah Alfiyah Ibnu Malik (Alfiyah Ibnu Malik adalah matan ilmu nahwu yang sangat terkenal dan banyak dihafal. Ia berisi kaidah-kaidah ilmu nahwu yang disusun dalam bait-bait bersajak, yang jumlahnya sekitar 1.000 bait).

Bahkan menurut kesaksian sejumlah wanita kerabatku, sang ibu juga banyak menghafal matan-matan fiqih dan memberikan fatwa kepada kaum wanita dalam masalah haji dan haid. Dia juga menulis Alfiyah dalam sirah nabawiyah, dan manzhumah (ialah matan yang bentuknya bait-bait bersajak) fihqiyyah yang membahas beberapa masalah kontemporer.

*Peni Nh

Sumber:

Sufyan bin Fuad Baswedan. 2018. Ibunda Para Ulama. Edisi Revisi (cetakan ke-sepuluh). Jakarta: Pustaka Al-Inabah. Hal. 217-219.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here