13.000 Wanita Suriah ditahan Assad, Ribuan Muslimah Konvoi dari Turki ke Suriah

0
281 views

Kiblatmuslimah.com – “Para wanita diperkosa dan disiksa oleh pasukan rezim,” tutur Gulden Sonmez.

Pengacara Gulden Sonmez

Gulden Sonmez, seorang pengacara Turki akan memimpin konvoi wanita untuk menaikkan protes melawan penyalahgunaan hak asasi manusia. Beliau mengungkapkan bahwa ada ribuan wanita Suriah yang mendekam di penjara Assad menghadapi siksaan dan perkosaan.

Hampir 150 bus akan mengikuti rangkaian konvoi. Mereka akan berangkat dari Istanbul pada 6 Maret mendatang.

Bus akan berhenti di kota-kota Izmit, Sakarya, ibukota Ankara dan Adana sebelum mencapai provinsi Hatay selatan perbatasan Turki-Suriah.

Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Gulden Sonmez mengatakan bahwa Conscience Convoy telah identifikasi 13.581 wanita pernah menderita dalam penjara rezim sejak awal perang 2011.

Beberapa wanita kehilangan nyawa akibat siksaan dan perkosaan. Sementara yang lainnya menunggu untuk diselamatkan.

Sonmez mengatakan timnya telah berbicara dengan lebih dari 100 wanita Suriah yang mengalami siksaan dalam penjara tersebut dan sekarang hidup sebagai pengungsi di Turki.

Mereka mengatakan yang terjadi pada dirinya dan anak-anak perempuannya. Rezim Assad memanfaatkan para wanita sebagai ‘alat’ untuk memenangkan perang. Sedangkan dunia bisu. Para wanita tersebut menjerit keras dalam penjara-penjara ini,  tetapi tidak ada yang mendengarkan.

Konvoi Protes Multinasional

Berbicara tentang konvoi, Sonmez mengatakan konvoinya akan mencapai perbatasan pada 8 Maret mendatang untuk menandai Hari Wanita Internasional. “Sebuah kesempatan yang tepat untuk menyorot trauma yang telah dihadapi para wanita ini,”  tukasnya.

Beliau menjelaskan bahwa konvoi ini akan melibatkan para wanita dengan berbagai usia dari 50 negara. Mulai dari Amerika Latin sampai Jepang, Mongolia sampai Afrika Selatan,  Kenya sampai Inggris, dan Eropa sampai Asia Tenggara. Banyak negara yang merespon panggilan kami.

Para wanita tersebut—termasuk pengungsi Suriah—akan mengenakan syal bertuliskan simbol penjara yang pernah mereka dekami. Syal tersebut berjumlah 6500 buah.

Bus dari berbagai penjuru Turki akan bergabung dengan konvoi, termasuk partisipan yang paling berharga yakni para pengungsi wanita Suriah.

Parliamenter, wanita dari Pakistan dan Algeria akan menjadi bagian dari gerakan ini. Sedangkan wanita Bosnia termasuk yang pertama merespon panggilan ini,”  jelasnya.

Sebagai bagian dari kampanye, para partisipan menulis surat kepada PBB, OKI, Liga Arab, dan Uni Afrika.

Mereka berharap, kelompok-kelompok Internasional akan merespon panggilannya dan mengambil aksi melawan kekejaman yang terus berlanjut.

Sonmez juga mengatakan bahwa pasukan rezim telah terlibat dalam kejahatan perang. Konvoi ini bertujuan agar sekretaris jendral PBB menyelesaikan isu wanita Suriah yang dipenjara.

Selain itu, juga berharap agar isu ini tidak hanya berhenti pada 8 Maret mendatang, tetapi sampai para wanita tersebut bebas.

Menurut penyelenggara konvoi, sedikitnya 400.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak, telah dibawa ke penjara rezim Suriah sejak awal perang berkecamuk.

 

Sumber: Meryem Goktas, Anadolu Agency

Penerjemah: Arin ummu Safa

Editor: Layla

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here