Ummu Ruman binti ‘Amir Al-Kinaniyyah

0
69 views

Kiblatmuslimah.com – Ummu Ruman binti ‘Amir Al-Kinaniyyah. Namanya dikenang sejarah sebagai wanita yang mempunyai kemuliaan dan pujian. Beliau merupakan istri dari Abu Bakar Ash-Shidiq, ibu dari Ash-Shiddiqah ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Abdurrahman.

Ummu Ruman termasuk golongan orang-orang yang terdahulu masuk Islam. Beliau dan suaminya telah memepertaruhkan banyak hal di jalan Allah. Beliau berhijrah bersama  ‘Aisyah dan Asma’ dengan ditemani  Zaid bin Haritsah.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa ketika Rasulullah hijrah, beliau meninggalkan kami (istri-istrinya) dan anak-anak perempuannya. Lalu setelah beliau menetap di Madinah, beliau pun mengutus Zaid bin Haritsah bersama Abu Rafi’ maulanya. Dan memberikan dua ekor unta dan lima ratus dirham yang diambil dari Abu Bakar untuk mereka gunakan membeli perbekalan yang mereka butuhkan.

Abu Bakar juga mengutus Abdullah bin Uraiqith bersama keduanya dengan dua atau tiga ekor unta. Kemudian beliau menulis surat kepada abdullah bin Abu Bakar dan memerintahkan kepadanya untuk membawa serta ibuku, Ummu Ruman dan aku, serta saudariku, Asma’ istri Az-Zubair.

Ada satu riwayat yang menceritakan tentang keutamaan Ummu Ruman binti ‘Amir Al-Kinaniyyah. Bahwasanya Rasulullah bersabda:

Barang siapa yang ingin melihat wanita dari golongan bidadari surga, maka lihatlah Ummu Ruman”.

Sabda Rasulullah tersebut merupakan berita gembira baginya. Penjelasan tentang keutamaanya dan pengorbanannya di jalan Allah. Ummu Ruman meninggal dunia mendahului Rasulullah, yaitu pada tahun kenam Hijriyah. Rasulullah turun ke dalam liang kuburnya dan memohonkan ampunan untuknya, seraya bersabda, “Ya Allah, tidak ada yang tersmbunyi dari-Mu segala perkara yang telah ditemui oleh Ummu Ruman demi membela-Mu dan membela Rasul-Mu”.

Demikianlah Ummu Ruman telah banyak berkorban untuk Islam, sesuai dengan kesaksian dari Rasulullah. Lalu, apakah yang dipersembahkan oleh wanita muslimah masa kini untuk agamanya? Dengan apa dia berkorban? Apakah pikirannya sibuk dengan harta benda duniawi yang fana?

Sungguh, aku berharap kepada Allah wahai saudariku, agar engkau mau mempertaruhkan jiwamu, waktumu, dan anakmu di jalan Allah. Agar engkau menjadi golongan bidadari surga yang akan merasakan kenikmatan di Syurga. Juga, agar engkau dapat meraih keridhaan Rabb semesta alam.

Tidak sedikit pun tersembunyi dari-Nya pergorbanan Ummu Ruman dan tidak akan tersembunyi pula dari-Nya apa yang engkau pertaruhkan di jalan-Nya.

 

*Qonitazk

 

Sumber:

Ummu Isra’ Binti Arafah. 2017. 66 Muslimah Pengukir Sejarah.Hal: 136-137. Solo: PT. Aqwam Media Profetika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here