Tak Sekadar Mengakhiri Masa Lajang

0
50 views

Kiblatmuslimah.com – Anda masih lajang? Sudah mampu secara mental, fisik, dan finansial? Menikahlah, karena menikah bukan sekadar peristiwa mengakhiri masa lajang. Allah swt mendorong hamba-Nya untuk menikah dengan visi yang mulia.

Menikah= Regenerasi Ketakwaan

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan  (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”  (QS. An-Nisa: 1)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada seluruh manusia agar bertakwa. Inilah frame besar seluruh aktivitas manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Begitu pula esensi dari Allah menciptakan manusia dari diri yang satu (Adam) kemudian Allah ciptakan istrinya (Hawa). Dengan hadirnya pasangan, proses regenerasi dan reproduksi manusia dimulai.

Ya, kita semua berasal dari ayah dan ibu yang sama. Dalam ketakwaan dan dengan menggunakan nama Allah, kita saling meminta satu sama lain. Inilah hakikat dari berkembangbiaknya manusia di muka bumi ini. Melakukan regenerasi ketakwaan. Di mana hubungan kasih sayang itu dibangun dan dijaga. Karena ada Allah yang selalu menjaga dan mengawasi semua aktivitas kita.

Selalu Ada Standar Nilai

Di kantor, sekolah, dan di mana pun kita berada, selalu ada standar nilai yang dijadikan sebagai sebuah acuan untuk menilai kinerja atau prestasi seseorang. Allah sebagai pemilik alam ini memiliki standar nilai terhadap setiap hamba-Nya. Allah menyebutnya dengan takwa.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al Hujurat: 13).

Ketakwaan adalah sebuah standar nilai yang Allah berikan terhadap seberapa banyak seseorang mengerjakan yang diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla. Serta sejauh kemampuannya untuk dapat mengetahui segala macam bentuk larangan Allah swt.

Regenerasi Ketakwaan vs Makar Iblis

Setelah iblis meminta kepada Allah agar ia ditangguhkan hingga hari Kiamat dan Allah swt menjawab:

“Sesungguhnya engkau termasuk golongan yang diberi tangguh”.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”.

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang yang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kalian semuanya  (QS. Al A’raf: 16-18)

Regenerasi ketakwaan itu tidak mungkin berjalan dengan mulus, karena Iblis sudah bersumpah untuk tidak membiarkan anak cucu Adam berjalan di jalan yang lurus. Iblis dan bala tentaranya akan mendatangi anak cucu Adam dari segala penjuru. Agar mereka semua tersesat dan menolak untuk taat kepada Allah. Allah juga menegaskan siapapun yang mengikuti langkah-langkah iblis, maka Allah akan tempatkan mereka semua di neraka jahanam.

Iblis akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kesinambungan ketakwaan. Berbagai strategi akan dilakukan untuk membuat anak cucu Adam jauh dari ketaatan kepada Allah swt dan membuat kita semua melanggar yang telah menjadi larangan Allah.

Peringatan dari Allah

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia (setan) menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”  (QS. Al A’raf: 27)

Allah swt mengingatkan kepada kita tentang sebuah peristiwa masa lalu yang dialami ibu dan bapaknya seluruh manusia, Adam dan Hawa. Sebuah peristiwa yang Allah abadikan di dalam Al-Qur’an. Agar senantiasa diingat oleh hamba-hamba-Nya bahwa ayah dan ibu kita dahulu harus keluar dari surga karena tertipu oleh bujuk rayu syaitan.

Inilah sebuah peristiwa yang harus menjadi pelajaran bagi seluruh manusia. Mereka selalu memantau dari suatu tempat yang tidak satupun manusia dapat melihat. Dia memantau setiap gerak-gerik kita. Mencari saat yang tepat untuk bisa menggelincirkan kita dari jalan ketakwaan.

Inilah Target Capaian Misi Iblis

“Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.” (QS. Al Isra’: 62)

Target yang luar biasa dari makhluk yang sombong dan ingkar ini. Mereka sama sekali tidak berupaya memperbaiki dirinya dan menyesali perbuatannya. Secara sadar bahkan ia menentang Allah swt dengan janjinya di hadapan-Nya untuk menyesatkan manusia dan seluruh anak keturunannya. Bahkan dengan pongah ia berani mengatakan kalaupun ada yang gagal untuk dia gelincirkan ke neraka bersama dengan dirinya, mestilah jumlahnya akan sangat kecil.

Oleh sebab itu, ketika seseorang mulai memikirkan sebuah rencana untuk melakukan pernikahan. Sesungguhnya ia telah melakukan upaya untuk regenerasi ketakwaan. Hal itu sangat dibenci oleh Iblis dan para pengikutnya.

Bukankah ketika ia memutuskan untuk menikah itu artinya ia berusaha menutup sekian banyak pintu zina? Sebuah keputusan di mana ia ingin menempatkan kebutuhan hawa nafsunya pada tempat yang halal dan itu merupakan ibadah di mata Allah swt.

Oleh sebab itu, sesungguhnya menikah bukan sekadar momen melepas masa lajang!

 

*Tulisan ini disadur dari artikel Ust. Elvin Sasmita dalam buku “Ke Manakah Kulabuhkan Hati Ini”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here