Taghrul Bek, Pengukir Pertama Al-Fatih 1453

0
29 views

Kiblatmuslimah.com – Tidak mungkin intan mampu berkilau tanpa adanya sosok pengukir logam mulia yang menempanya. Begitupun perjuangan cendikiawan menemukan persembunyian intan di balik tebalnya tanah nan hitam.

Demikian pula sinar perjuangan Muhammad Al-Fatih bersama pasukannya. Dia berhasil menaklukkan benteng pertahanan konstantinopel yang tak pernah tembus sebelumnya. Di balik sosok yang bersinar, ada kemuliaan nasab yang begitu ketat dijaga. Di balik kuatnya pasukan, ada keringat pelatih yang selalu mendidih.

Dinasti Abbasiyah mengalami kemuduran di akhir abad ke-13 H. Status Khalifah hanyalah simbol kekuasaan. Sedangkan pengatur politik praktis dan alur pemerintahan dipegang oleh bangsa yang menguasai Baghdad saat itu.

Berawal dari Thaghrul Bek dan pasukannya, berhasil menyingkirkan kekuasaan kaum Buwaihi yang beraqidah Syiah dari Daulah Abbasiyah. Khalifah Al-Qa’im bin Amrilah menyambut kemenangan bangsa Seljuk dengan gegap gempita. Sang khalifah memberikan pakaian kebesaran serta kedudukan yang tinggi di sampingnya dan  gelar “Rukn Din Thagrul Bek” (Sang Pilar Agama).

Tak hanya sosoknya yang disebut dalam setiap khutbah di kota Baghdad, nama Sultan Thaghrul Bek juga diabadikan dalam ukiran koin mata uang cetakan negara karena titah sang khalifah. Kedudukan kaum Saljuk semakin mulia dan berpengaruh di sisi Sang khalifah. Sehingga mereka berhasil mengambil alih kekuasaan kaum sebelumnya, Buwaihi Syiah.

Taghrul Bek mempunyai kecerdasan yang tajam, keberanian, ketaatan dan keadilan luar biasa. Sehingga ia mendapat dukungan kuat dari rakyatnya dan diharapkan mampu menyatukan kaum Saljuk dan Turki dalam negara yang kuat. Pernikahan politik pun dilakukan. Khalifah Abbasiyah, Al-Qa’im bin Amrillah menikahi keponakannya—putri dari Jufri Bek (kakak tertuanya)—dan Taghrul Bek menikahi putri sang khalifah.

Usianya tak panjang, yakni 70 tahun (meninggal pada 455 H/1062 H). Dengan izin Allah melalui tangannya, kaum Saljuk mulai menguasai Baghdad yang merupakan ibukota Daulah Abbasiyah saat itu. Ia membawa aqidah Sunni yang lurus dan melepaskan cengkraman Syiah kaum Buwaihi.

Kemenangan kaum ini terasa hingga Khurasan, Iran, Irak bagian timur dan selatan. Mereka berhasil membebaskan wilayah tersebut dari kekafiran. Pasca wafatnya, tampuk kekuasaan dilanjutkan  oleh Alib (Alep) Arsalan, keponakannya.

Maka jelaslah pengukir pertama sosok gemilang pewujud bisyarah (kabar gembira) Rasulullah, Muhammad Al-Fatih adalah Taghrul Bek. Saat bangsa Turki pertama kali mulai melebarkan sayap dan menancapkan pengaruhnya pada Daulah Abbasiyah yang berkuasa selama setengah abad (750-1250 M).

 

 

*Alifia M

 

Sumber: Syaikh Ramzi Al-Munyawi. 2012. Muhammad Al-Fatih, Penakluk Konstantinopel. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here