SU’AIRAH AL-ASADIYYAH (Wanita Syurga yang Berjalan di Muka Bumi)

0
357 views

Kiblatmuslimah.com – Salah satu keimanan dari wanita muslimah yang tercatat dalam sejarah adalah kisah sayyidah Su’airah Al-Asadiyyah.

Dari ‘Atha Al-Khurasani, ‘Atha bin Abi Rabiah berkata, “Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku, ‘Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penduduk surga? Lalu dia menunjukkan kepadaku seorang wanita Habasyah yang berkulit kuning dan berperawakan tinggi besar‘. Lalu dia berkata, ‘ini adalah Su’airah Al-Asadiyyah, dia pernah menemui Rasulullah seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menderita epilepsi dan auratku sering tersingkap (ketika sedang kambuh), maka berdoalah kepada Allah untukku agar Dia menyembuhkanku””.

Beliau pun bersabda: “Jika engkau berkenan, maka aku akan berdoa kepada Allah untukmu agar Allah menyembuhkanmu dari penyakit yang menimpamu.Dan Allah akan mencatat seuruh amal baik dan amal burukmu. Dan jika engkau berkenan, bersabarlah. Maka bagimu surga“.

Maka wanita itu memilih bersabar dan surga. Kemudian wanita itu berkata lagi: “Sesungguhnya auratku sering tersingkap, maka berdoalah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap”. Maka beliau pun mendoakannya.

Pernahkah sejarah menyebutkan kepada kita, kisah tentang kesabaran yang seperti ini. Seorang wanita yang bersabar atas penyakitnya? Akan tetapi, balasan bagi kesabaran ini adalah surga yang harganya sangat mahal.

Surga, wahai saudariku! Surga yang senantiasa dirindukan oleh wanita-wanita yang beriman. Setelah dia datang kepada Rasulullah untuk meminta beliau mendoakan kesembuhannya. Agar dia dapat hidup dengan tenang dan tentram. Lalu dia melihat kesempatan di hadapan matanya untuk meraih surga dan menjadi wanita penghuni surga yang berjalan di muka bumi. Maka dia pun memilih surga. Surga yang Allah ciptakan di dalamnya kenikmatan yang kekal abadi bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar.

Wanita ini telah bersabar dalam menghadapi penyakit. Juga berpasrah diri kepada Allah dengan harapan balasan atas kesabarannya itu adalah surga. Akan tetapi, dia tidak bisa bersabar atas tersingkapnya aurat. Sebab apabila penyakitnya kambuh maka akan terpaksa auratnya selalu tersingkap. Namun, karena rasa malunnya dan juga keimanannya terhadap kewajiban menutup tubuhnya, maka dia pun ingin agar tubuhnya selalu tertutup dan  auratnya tidak tersingkap sewaktu penyakitnya kambuh. Maka Rasulullah pun mendoakannya.

Lalu bagaimana dengan para wanita masa kini? Yang sengaja pergi ke designer pakain demi mempertontonkan betis, dada atau bagian tubuh lainnya yang merupakan aurat yang harus ditutup. Lalu dimanakah posisi mereka di surga? Sementara mereka selalu melanggar perintah Allah dan Rasulnya.

Sungguh sayyidah Su’airah ini telah bersabar terhadap penyakit. Akan tetapi dia tidak bisa bersabar jika auratnya tersingkap. Oleh karenanya, Allah menutupi auratnya di surga-Nya serta memberikan kabar gembira kepadanya dengan hal tersebut.

Apakah para wanita muslimah masa kini senantiasa menutupi auratnya? Sehingga Allah akan menutupi mereka dengan perlindungan-Nya di dunia dan akhirat. Apakah para wanita muslimah yang diuji dengan penyakit dapat bersabar dan mengharapkan pahala atas penyakit yang menimpanya seraya mengharapkan ridha Allah? Sehingga penyakit tersebut akan menjadi pemberat timbangan amal baiknya serta menjadi pintu yang luas baginya menuju surga.

Wahai saudariku, sesungguhnya surga itu sangat mahal. Sedangkan harga yang harus dibayarkan untuk itu hanyalah sedikit saja. Maka tinggalkan harta benda duniawi demi mencari barang dagangan Allah yang mahal itu.

Wahai barang dagangan Ar-Rahman, engkau tidaklah murah

Akan tetapi, engkau sangat mahal bagi seorang pemalas

Wahai barang dagangan Ar-Rahman, tidaklah ia diperoleh

Dari seribu kecuali oleh satu atau dua orang saja

(Al-Kamil)        

*Qonitazk

Sumber:

Ummu Isra’ Binti Arafah. 2017. 66 Muslimah Pengukir Sejarah (hal.117-120). Solo: PT. Aqwam Media Profetika

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here