Rezeki Tidak Akan Tertukar

0
40 views

Kiblatmuslimah.com – Rezeki adalah bagian dari takdir Allah. Jika kita ingin memahaminya maka harus bisa memahami takdir dengan baik. Apa yang kita miliki saat ini? Itulah rezeki dan tentunya terbaik buat kita. Rezeki kita tidak akan tertukar dengan orang lain.

 

Banyak orang merasa iri, dengki melihat orang lain banyak harta, hidup sukses dan terlihat tidak ada beban di dalam hidupnya. Mereka selalu membandingkan dengan keadaan dirinya, hidup miskin, serba kekurangan. Bahkan mereka merasa kehidupannya lebih sengsara dari orang lain. Protes kepada Allah pun akhirnya dilakukan. Mereka merasa bahwa Allah kurang adil dalam membagikan rezeki dan nikmat dalam hidup mereka.

 

Di sisi lain ada orang yang sibuk melakukan sesuatu yang haram. Anehnya sesuatu yang mereka dapat ini dinamai “rezeki”. Mereka berdalih yang mereka usahakan ini adalah hasil dari jerih payah mereka sendiri. Bukan dari Allah sang Maha Pemberi Rezeki. Mereka lupa, “Siapa yang mencukupi dirinya…?”  Allah Ta’ala  yang menciptakan dan memberi kehidupan. Allah memiliki aturan sendiri atas hamba-hamba-Nya. Kita sebagai seorang hamba hanya bisa berusaha, berdoa dan bertawakal. Selebihnya Allah yang menentukan kadar rezeki kita.

 

Rasulullah bersada: “ Tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu untuk Allah dan ia tidak meninggalkannya kecuali karena Allah. Kecuali Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya dalam urusan agama serta keduniaannya.”

 

Adapun “ganti” di sini mempunyai arti beraneka ragam. “Ganti” lebih besar yang diberikan adalah kecintaan dan kerinduan kepada Allah, ketenangan hati, keadaan yang selalu mendapatkan kekuatan, selalu memiliki semangat hidup serta selalu ridha kepada Allah Ta’alla.

 

Allah sangat menghargai kebaikan atau usaha sekecil apapun. Ketika mengusahakan rezeki yang halal maka usaha kita tidak akan sia-sia. Allah akan memberikan balasan yang sebaik-baiknya. Berbeda dengan seseorang yang mencari rezeki dengan jalan haram, mungkin saja bisa menjadi lebih banyak yang dia dapatkan.

 

Tapi ketahuilah saudariku, dengan hasil yang banyak tersebut tidak akan membawa ketenangan atau kebersihan hidup. Harta yang banyak tersebut tidak akan lama habisnya. Bahkan si empunya heran ke mana saja uang yang ia dapatkan. Tahu-tahu habis tidak berbekas bahkan dia belum sempat menikmatinya.

 

Cobaan dan ujian pun menerpa karena harta yang ia cari tidak halal. Seperti anak sering sakit sehingga menghabiskan uang yang ia dapatkan. Mungkin anaknya yang nakal, sering keluar masuk penjara. Uangnya pun ludes untuk membayari anaknya tersebut.

 

Ketauhilah saudariku, itulah artinya keberkahan hidup. Keberkahan itu bukan dari banyak sedikitnya jumlah atau nilai yang ia dapatkan. Walaupun jumlahnya sedikit atau nilai nominalnya kecil tapi bisa mencukupi dan bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan hidup. Itu bisa disebut berkah. Bahkan terkadang hal itu, tidak bisa dinalar. Tapi begitu ilmu Allah. Ilmu Allah sangat luas, tidak paten yang bisa dihitung dengan rumus matematika.

 

Harta yang haram itu dampaknya bukan hanya di dunia saja tapi di akhirat juga. Karena di akhirat nanti, Allah akan menanyakan asal mendapatkan harta tersebut. Hal ini sudah menjadi kepastian. Karena yang kita tanam, itu yang akan dipanen. Jadi sebenarnya, tidak ada pilihan, selain mengusahakan harta yang halal bagi hidup kita. Sedikit atau banyak yang kita dapatkan, Allah yang mengukurnya. Karena rezeki tidak akan mungkin diambil atau tertukar dengan milik orang lain.

 

Jadi percuma saja bagi seseorang yang berani berbuat curang atau bahkan nekat pergi ke dukun ketika melihat relasi atau teman dagangnya lebih sukses daripada dirinya. Segala cara diupayakan, agar sang dukun bisa ”menyumbat“ rezeki orang lain yang menjadi saingannya. Agar rezekinya bisa berbalik kepadanya. Terapi ketahuilah saudariku, sehebat apapun yang dilakukan manusia, tidak akan mungkin bisa menyamai atau mengungguli ketetapan Allah.

 

Apapun  yang diusahakan mereka untuk menghancurkan rezeki orang lain itu, tidak ada pengaruhnya. Allah sang penguasa ketetapan. Sebaik-baik ketetapan adalah ketetapan dan ketentuan Allah. Manusia hanya seorang hamba yang harus menerima apapun ketentuan-Nya.

 

Salah satunya adalah rezeki yang sudah dibagi sesuai dengan kadar atau ukuran yang diberikan kepada hamba-Nya. Jumlah itu tidak akan tertukar, dikurangi atau pun ditambahi. Sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِير

Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.(QS. al-Isra’ ayat 30)

 

Maka jangan ragu untuk selalu mengusahakan diri dalam mencari atau mendapatkan harta yang halal bagi hidup kita. Selain keberkahan, kita akan mendapatkan keselamatan, kenyamanan hidup dan ketenangan hati dari sifat tamak serta gampang iri pada yang didapatkan orang lain. Insya Allah hal ini yang lebih membawa kita untuk mendapatkan keselamatan bagi iman dan hidup.

 

 

Oleh: Firda Ummu Farhat

Editor: Halimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here