Resensi Untuk Muslimah yang Tak Pernah Lelah Berdakwah

0
32 views

Judul      : Untuk Muslimah yang Tak Pernah Lelah Berdakwah
Penulis   : Rochma Yulika dan Umar Hidayat
Penerbit : Darul Uswah
ISBN       : 979-8143-07-8
Ukuran    : Soft Cover, 148 hlm.

Kiblatmuslimah.com – Berdakwah itu wajib baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sehingga seorang muslimah tidak bisa luput dari kewajiban tersebut. Dikarenakan meningkatnya fitnah dunia yang menyerbu kaum perempuan yaitu feminisme, hedonisme dan isme-isme yang lainnya. Bercermin pada muslimah di zaman Rasulullah dalam berdakwah. Mereka adalah muslimah yang tak pernah lelah berdakwah dan mengorbankan yang mereka miliki untuk dinul Islam. Bukan hanya rujukan dalam berdakwah, mereka juga panduan dalam berbagai ruang lingkup kehidupan seperti adab, ilmu dan lain sebagainya. Dakwah bukan jalan yang mulus-mulus saja, sehingga ia menjadi katalisator untuk kompetisi antara yang hak dan batil. Ia adalah jalan yang penuh dengan liku, tebing yang curam dan berbahaya. Bukan hanya duri yang menghalangi perjalanan, namun juga kadang terdapat kerikil-kerikil tajam menghadang. Begitu ganasnya medan ini, namun tak sedikit yang bertahan meniti perjalanannya. Apakah itu kamu? Dalam sejarah perjalanan dakwah, ada yang berguguran atau menang meskipun ia tak merasakan hasil perjuangan. Perlu manajemen dalam berdakwah agar tidak menjadi salah satu dari yang gugur. Dalam buku “Untuk Muslimah yang Tak Pernah Lelah Berdakwah”, Rochma Yulika dan Umar Hidayat memaparkan strategi dalam berdakwah. Mereka menjelaskan yang harus dimiliki oleh seorang muslimah dalam berdakwah dan sebab-sebab kegagalan dalam perjalanannya. Mereka juga memaparkan tentang strategi sukses dalam berdakwah dengan rumus 4T. Yakni, tabligh, ta’lim, takwin dan tahfidz. Selain itu juga dijelaskan indikasi dakwah tersebut sukses. Nah, buku ini sangat cocok untuk para muslimah yang bergerak di medan dakwah. Selamat membaca dan mempraktekkan.   @daffa.an-nuur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here