Puasa Muharram

0
132 views

Kiblatmuslimah.com – Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Sebagaimana di dalam Al-Quran Surat adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya,“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” Tidak hanya memerintahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Al-Qur’an dan mengutus Rasul-Nya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam (As-sunnah) sebagai petunjuk hidup umat manusia.

Dalam melaksanakan Al-Qur’an dan As-sunnah selama hidup di dunia, seorang muslim harus pandai memanfaatkan waktu. Allah tidak  banyak memberikan waktu hidup di dunia bagi umat manusia. Sebagaimana firman Allah QS. al-‘Asyr ayat 1, manusia banyak merugi dalam pemanfaatan waktu yang Allah berikan.

Salah satu cara memanfaatkan waktu terbaik adalah mengetahui keutamaan-keutamaan dari setiap waktu yang telah Allah sebut. Salah satunya di bulan Muharram ini, Allah memerintahkan untuk memperbanyak puasa. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram.” (HR. Muslim no. 1163 dan an-Nasa’i dalam kitab al-Kubra)

Lebih lanjut dianjurkan bagi umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram (‘Asyura). Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Qatadah, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa salam bersabda, “Puasa hari ‘Asyura’, aku mengharap kepada Allah akan menghapuskan dosa yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Dalam penjelasannya, Ibnu Abbas berkata, “Aku tidak mengetahui Rasulullah berpuasa dalam suatu hari untuk mencari keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini (‘Asyura) dan tidak pula berpuasa dalam suatu bulan kecuali bulan Ramadhan (HR. al-Bukhori dan Muslim).

Disunnahkan pula untuk berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal sembilan Muharram (Tasu’a) untuk menyelisihi kaum Yahudi dan Nasrani . Sebagai informasi pada tahun 1439 H ini, hari Tasu’a jatuh pada jumat tanggal 29 September 2017  dan hari Asyura pada 30 September 2017. Setelah mengetahui ilmunya, mari kita laksanakan puasa di bulan Muharram ini dan kita ajak saudara-saudara kita untuk melaksanakannya, agar dari sedikit waktu yang Allah berikan kita tidak menjadi hamba yang merugi.

Sumber: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim. 2006. Shahih Fiqh Sunnah. Jakarta: Pustaka at-Tazkiya. Hal: 182-183.

 

Fadhilah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here