Muslimah Idaman

0
110 views

Kiblatmuslimah.com – Muslimah idaman adalah muslimah yang berakhlak mulia. Dia mengetahui segala prioritas pekerjaanya tanpa menyampingkan kewajibannya. Wanita yang menjadi idaman keluarga baik suami, anak-anak dan kedua orang tuanya. Keberadaannya dirindukan oleh orang-orang sekitarnya. Wanita yang kuat walaupun maksiat merajalela. Dia masih tetap tegar di dalam Dinnya. 

 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam agama.” Wanita Anshar adalah wanita yang paling utama dan paling pemalu di zamannya. Akan tetapi rasa malunya itu tidak menghalangi mereka untuk menuntut ilmu dan bertanya masalah agama. Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk menjadi wanita idaman dan utama seperti wanita Anshar…?

 

Pingin tahu jawabannya? Yuk kita simak bersama! Saudariku, menjadi wanita idaman tidaklah sulit asalkan kita mau belajar dan berusaha. Wanita idaman adalah wanita yang tidak malu bertanya dalam agama meski dia menjadi wanita paling pemalu di masanya. Sebagaimana wanita Anshar di atas. Mereka adalah wanita yang paling pemalu di zamannya tetapi rasa malunya tidak menghalanginya untuk bertanya masalah agama.

 

Wanita idaman adalah wanita yang tidak malu menampakan syariat Islam di tengah masyarakat. Wanita idaman adalah wanita yang berani berkata benar walaupun itu pahit. Wanita idaman adalah wanita yang tidak malu mengerjakan kebaikan walaupun di tengah kerumunan orang bermaksiat. Menjadi wanita idaman itu bisa kita praktikan dalam kehidupan kita. Apapun profesi, pekerjaan dan tempat kita sekarang. Semuanya itu bisa membentuk kita menjadi wanita idaman. 

 

Ketika pendidikan, ketrampilan, dan keistimewaan kita dibutuhkan oleh masyarakat dan umat. Pada waktu itu kita bisa menjadi wanita idaman, tapi ada syaratnya lho. Syaratnya adalah kita harus menjalankan syariat Islam dimanapun kita berada, menjaga kehormatan kita sebagai seorang muslimah. Bahkan apapun profesi kita, syariat tidak boleh ditinggalkan. Baik profesi kita menjadi guru, perawat, dokter atau yang lain jangan lupakan syariat Islam, agar terus tertancap di dalam jiwa kita. Pakaian syar’i harus kita jaga. Ikhtilat dalam pergaulan juga merupakan sesuatu yang sangat berbahaya jika kita menerjangnya. Jangan lupa, jaga adab kita sebagai wanita muslimah. Jangan sampai orang lain kecewa kepada kita karena adab kita yang kurang baik.

 

Dan syarat yang paling utama adalah jangan melupakan peran Anda di dalam keluarga, karena inilah peran yang paling utama. Wanita idaman di sini adalah seorang wanita yang mengerjakan seluruh aktivitasnya tanpa menyepelekan hak rumah dan keluarganya, begitu juga hak dunia dan akhiratnya. Wanita yang memahami arti memberi tanpa diminta. Memberi untuk janinnya tanpa batasan, memberikan kasih sayang kepada anaknya tanpa diminta dan memberikan dirinya untuk suaminya tanpa ukuran. Wanita idaman yang mampu mengubah kesulitan dan kesedihan menjadi kelonggaran dan kebahagian. Wanita yang membantu suaminya secara material dan spiritual. Tidak ada gunanya profesi bagus di luar tapi peran Anda di rumah berantakan. Jika hal itu terjadi maka Anda termasuk orang-orang merugi.

 

Ketauhilah saudariku, karena kewajiban dan tanggung jawab kita di dalam keluarga ini bukan hanya sebatas di dunia saja tetapi pertanggungjawabannya sampai di akhirat nanti. Kita akan ditanya ketika kita menjadi istri, “Bagaimana perlakuan terhadap suami kita…?” Ketika kita menjadi ibu, “Bagaimana perlakuan kita terhadap anak kita…?” “Pendidikan apa yang kita berikan kepada mereka?” Ketika kita menjadi anak juga ditanya, “Bagaimana perlakuan kita terhadap orang tua kita…?” Semua pertanyaan itu diajukan oleh Allah kepada kita di akhirat nanti. 

 

Coba bayangkan, jika kita di hadapan Allah diberikan berbagai pertanyaan tapi saat itu kita belum siap menjawabnya. Pasti kita bingung mau menjawab. Maka dari itu wahai saudariku, marilah kita bersama-sama “fastabiqul khairat”, berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menjadi wanita idaman dimana saja kita berada. Ketika kita melakukan pekerjaan sesuai profesi, janganlah melupakan peran di dalam keluarga. Begitu juga hak dan kewajiban sebagai hamba Allah harus kita jaga.

 

Yuk kita berlomba dalam kebaikan. Semoga kita bisa menjadi wanita idaman sukses di dunia dan akhirat. Dambaan umat dan keluarga. Amiin

 

Oleh: Firdausy Asma’ Amanina

Sumber: Dr. Butsainah Ash Shabuni. Muslimah Juara. Solo: AQWAM Jembatan Ilmu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here