Multi Niat=Multi Pahala (Bagian 1)

0
101 views

Kiblatmuslimah.com – Jatah umur kita sangat terbatas. Tentunya kesempatan dalam beramal shalih sangat sedikit sekali. Belum lagi kepotong aktivitas dunia, maka kesempatan terhadap urusan akhirat makin terkurangi. Dengan terpotongnya urusan dunia, akan mengurangi kesempatan dalam beramal akhirat. 

Akan tetapi saudaraku, dengan waktu dan kesempatan yang sedikit ini, Allah telah memberikan cara agar kita bisa meraih pahala yang banyak. Apakah Anda tahu wahai saudariku, dengan waktu dan kesempatan yang sedikit tadi, kita bisa memperbanyak dan mendapatkan multi pahala? Bagaimana caranya…? Yuk kita simak bersama…!

 

Agar kita mendapatkan multi pahala maka harus multi niat. Artinya memperbanyak niat baik dalam beramal. Tentunya masih ingat tentang hadist di bawah ini,

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ-  أَنَّهُ قَالَ عَلَى الْمِنْبَرِ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ– يَقُولُ: « إِنَّمَا الأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُه إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ و مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ » رواه البخاري و مسلم

 

“Amalan-amalan tergantung pada niat-niat dan bagi setiap orang tergantung yang diniatkanya.” (HR. Al-Bukhari no 1 dan Muslim no 1907)

Hadist ini menerangkan bahwa suatu amalan tergantung pada niatnya. Jika seseorang berniat banyak maka dia akan mendapatkan banyak pahala. Bahkan ketika kita hanya berniat saja, belum sempat melakukan amalan tersebut. Allah sudah mencatat satu pahala atau satu kebaikan yang sempurna.

Apalagi ketika sudah berniat bahkan multi niat dan melakukan amalan tersebut. Maka Allah akan mencatat sepuluh kebaikan sampai tujuh puluh kali lipat, bahkan sampai berlipat-lipat pahala atau kebaikan. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَـا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ، قَالَ : «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْـحَسَنَاتِ وَالسَّيِّـئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِـهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّوَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ؛ كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِهَـا فَعَمِلَهَا ، كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً ». رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِـيْ صَحِيْحَيْهِمَـا بِهَذِهِ الْـحُرُوْفِ

Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza wa Jalla. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahiih mereka]

Ketika kita sudah berniat lalu berusaha beramal akan tetapi amalannya tidak sesuai dengan yang diniatkan, mmasih tetap mendapatkan pahala.

Diceritakan bahwa sahabat nabi berniat untuk bersedekah kepada orang miskin. Akan tetapi yang mendapati sedekahnya adalah orang zina, pencuri dan orang kaya. Lalu Ia berkata, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Sedekahku (ternyata) jatuh pada seorang pezina, orang kaya, dan pencuri”. Maka ia didatangi (*dalam mimpi) dan dikatakan padanya, “Adapun sedekahmu telah diterima. Adapun pezina, mudah-mudahan dengan (sebab sedekahmu) ia menjaga diri dari zina dan orang kaya tersebut mengambil pelajaran kemudian menginfakkan harta yang Allah berikan. Mudah-mudahan dengan sebab itu pencuri tersebut menjaga diri dari mencuri. (HR Muslim no 1022)

Lalu contoh amalan apakah yang bisa kita lakukan dengan multi niat untuk mendapatkan multi pahala…?

Temukan jawabannya di Multi Niat=Multi Pahala (Bagian 2).

Oleh: Firda Ummu Farhat

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here