Menilik Persalinan Maryam di Yogyakarta

0
52 views

Kiblatmuslimah.com – Di era ini, sangat banyak kita mendengar istilah atau konsep baru dalam dunia persalinan. Di antaranya adalah Gentle Birth, Lotus Birth, Water Birth, Amani Birth, dan salah satunya adalah Maryam Birth atau persalinan Maryam. Apa sebenarnya yang dapat digali dari persalinan Maryam ini?

 

Alhamdulillaah pada Sabtu, 21 April 2018 kemarin Kiblat Muslimah rubrik kesehatan berkesempatan mengunjungi rumah Bidan Praktik Mandiri (BPM) penggagas Persalinan Maryam sekaligus pendiri Yayasan Ibu Bergerak di Purwomartani, Sleman, Yogyakarta. Beliau adalah bidan Mugi Rahayu, Amd.Keb, S.Fil, MPH.

 

Konsep apa yang ingin diusung oleh bidan Mugi? Beliau menuturkan bahwa persalinan Maryam adalah konsep persalinan yang ingin mengajarkan tauhid kepada para ibu hamil dan bersalin. Ibu hamil mampu menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Segala ketidaknyamanan selama hamil, ia ikhlaskan dalam rangka beribadah kepada Allah.

 

Ikhtiar menghadapi nikmatnya rasa sakit persalinan ia niatkan dalam rangka episode menuju jihad kepada Allah. Menyerahkan apapun yang terjadi nanti kepada Allah saja. Walaupun harus berakhir dengan persalinan sesar, ya itulah takdir Allah dan insya Allah yang terbaik. Ya, hanya itu yang ingin beliau sampaikan pada persalinan Maryam.

 

Yang membedakan konsep persalinan Maryam dengan konsep persalinan lain yang sedang marak saat ini adalah tentang konsep sakit dalam persalinan atau biasa disebut kontraksi. Mengambil hikmah dari kisah persalinan Maryam yang tertulis dalam QS. Maryam ayat 23, bahwa ibunda Maryam pun merasakan sakit dalam proses persalinan. Ibunda pun sampai memilih untuk mati daripada harus merasakan sakitnya kontraksi. Hal ini mengandung makna bahwa dalam persalinan, kita tidak menafikan adanya rasa sakit.

 

Jadi rasa sakit tidak perlu ‘dibuat’ hilang agar bersalin tanpa nyeri. Yang perlu kita olah adalah hati kita, agar tidak mengkhawatirkan rasa sakit dan mampu menjadikannya sebagai sarana ibadah kepada Allah. Dengan apa? Dengan selalu berdzikir saat kontraksi datang dan menggantungkan semua yang akan terjadi kepada Allah.

Prinsip lain dari persalinan Maryam adalah ibu bergerak. Seperti nama Yayasan yang dimiliki beliau. Bagaimana ibu hamil dan bersalin harus tetap selalu aktif bergerak. Kehamilan dan persalinan bukan suatu penyakit yang mengharuskan kita untuk bermalas-malasan.

 

Sehingga yang diharapkan adalah ibu dapat mencapai persalinan seperti yang diinginkan dengan kondisi hati yang bersih, selalu dekat dan bergantung kepada Allah saja. Tak tertinggal adalah doa. Beliau menyampaikan kekuatan doa adalah sebuah energi tersendiri bagi ibu untuk mendapatkan persalinan yang tenang.

 

Reporter: Wahyu Rahma

Editor: Halimah

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here