Menggapai Rumah Tangga Ideal ala Rasulullah

0
119 views

Kiblatmuslimah.com – Apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika mendengar istilah rumah tangga ideal? Tergambar dengan jelas di pelupuk mata segudang impian dan harapan indah tentang kehidupan berumah tangga. Mulai dari sosok pasangan yang penuh pengertian, bertanggung jawab dan penuh kasih sayang. Hingga anak-anak yang menyejukkan hati.

Rumah tangga yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas. Setiap anggota keluarganya merasakan aman dan tenang hidup di dalamnya. Anak-anak pun bangga dengan orang tuanya. Semua anggota keluarganya mengikuti irama kehidupan yang sangat dinamis. Sungguh luar biasa!

Pertanyaannya, adakah sosok figur rumah tangga ideal yang kini dapat diteladani? Faktanya tidak semua orang mampu membangun rumah tangga seperti yang tergambar di atas.

Rasulullah saw adalah satu-satunya figur yang dapat diteladani dalam menjalankan nahkoda kehidupan rumah tangga. Beliau bangun harmonitas dengan para istrinya, meski beliau memiliki istri lebih dari satu.

Beliau juga menunaikan kewajibannya sebagai suami dan memperlakukan para istri dengan lembut, adil dan penuh kasih sayang. Tanpa meninggalkan ketegasan tentunya. Beliau tidak pernah lupa hak-hak para istrinya dan tidak pernah mengurangi sedikit pun hak mereka.

Diantara contoh riil perlakuan Rasulullah terhadap istrinya adalah beliau pernah menggendong Aisyah yang masih belia, saat sekelompok orang Habasyah bermain-main. Jiwa kekanak-kanakkan Aisyah yang masih dalam usia bermain, tetap tersalurkan karena Rasulullah tidak pernah menuntutnya dewasa sebelum waktunya.

Rasulullah juga pernah meletakkan kepalanya di dada istrinya yang sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur’an. Subhanallah, beliau sangat mengerti yang dibutuhkan setiap istrinya.

Beliau pernah membela Shofiyah tatkala Hafshah menghinanya dengan kata-kata, “Engkau adalah anak orang Yahudi” , maka beliau bersabda, “Katakan padanya, suamiku Muhammad saw, ayahku Harun as, dan pamanku adalah Musa as.”

Coba kita perhatikan, Rasulullah saw dapat menyelesaikan masalah rumah tangganya hanya dengan kata-kata sederhana. Namun, mengandung makna yang sangat dalam. Begitulah seterusnya.

Peristiwa tersebut sekaligus membuka lebar-lebar mata kita bahwa rumah tangga ideal bukan berarti tanpa masalah. Tetapi bisa bijak dalam menyelesaikan masalah dan menjaga komitmen pernikahan. Jika tujuan menikah ibadah, maka insya Allah masalah tidak akan berkepanjangan.

Untuk itu, faktor terbesar dalam berumah tangga yaitu kemampuannya dalam membangun komunikasi dengan seluruh anggota keluarga. Sehingga dapat menghantarkan pada hubungan yang harmonis, dinamis dan inovatif.

Kesahajaan dan kesederhanaan beliau dalam menjalani hidup, sungguh sangat membekas pada kehidupan seluruh anggota keluarganya. Itulah sebabnya Allah mengangkat beliau sebagai suri teladan bagi umatnya.

Mari bercermin pada pribadi Rasulullah dan meneladani rumah tangga yang beliau bangun bersama para istrinya. Terutama dalam hal kesahajaan dan keharmonisan hubungan.

Mari kita menuju mahligai rumah tangga yang ideal sesuai dengan tutunan Allah dan sunnah Rasulullah.

Sebagai suami, Rasulullah sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan sangat menghormati mereka. Beliau juga sangat mengerti karakter setiap istrinya dan memperlakukan mereka sebagaimana mestinya.

Betapa banyak dan berat tanggung jawab yang harus dipikul. Beliau tetap menunaikan kewajibannya sebagai suami dan memperlakukan istri-istrinya dengan baik. Tanpa meninggalkan ketegasan tentunya. Beliau juga tidak pernah lupa hak-hak para istrinya dan tidak pernah mengurangi sedikit pun hak mereka.

*Siswati Ummu Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here