Maut Tinggal Serumah (Bag.2)

0
151 views

 

 

Kiblatmuslimah.com – Sebenarnya Fulanah ingin meninggalkan rumah itu dan indekos. Namun, saat ini tidak memungkinkan karena bapaknya yang duda masih sangat membutuhkan bantuannya. Kondisi ekonomi yang pas-pasan, hanya Fulanah yang bisa membantunya, baik tenaga maupun harta hasil dari bekerja di pabrik. Sebab, kakak iparnya sudah repot dengan keluarganya.

Fulanah berdoa dan berharap semoga segera ada ikhwan yang mau menikahinya. Ia berusaha husnudzan kepada Allah. Kondisi hidup yang dialaminya adalah ujian yang sesuai kadar imannya. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu di luar kesanggupannya.

Di pintu takwa, Allah  menjanjikan jalan keluar. Meski saat ini ia masih bisa bertahan, tapi tiba-tiba ia merasa khawatir dengan ketakwaannya. Apakah semua ini terjadi karena kurang bertakwa? Ia hanya bisa beristighfar.

Kita banyak menemukan kasus Fulanah tersebut di sekitar kita. Sikap meremehkan kehadiran saudara ipar yang sudah dianggap keluarga sendiri. Mungkin karena kebodohan sehingga menghilangkan aturan-aturan syariat.

Bebas bergaul dan mengumbar aurat di depan ipar. Berduaan dengannya. Bahkan seorang kakak tanpa malu menyuruh suaminya menemani adik perempuannya belanja atau ke salon. Padahal Rasulullah menyebut ipar sebagai maut (kematian).

Kadang, ada kakak yang sudah menikah dan mapan secara ekonomi, orang tua malah menitipkan adik-adiknya ikut tinggal bersamanya. Guna melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau sekedar numpang makan. Tanpa pernah disadari ada bahaya besar yang sedang mengintai.

Ada seorang perempuan yang sampai mempunyai dua anak hasil ‘kerja’ kakak iparnya. Meski sempat tidak mengaku, belakangan wajah anak-anaknya sangat mirip dengan ‘pakdhe’nya. Sehingga membongkar kebohongannya. Wanita tersebut tanpa sadar telah mewariskan aib ‘abadi’ kepada anak-anaknya.

Bagi ibu-ibu, jika terpaksa harus tinggal bersama adik perempuan dalam satu rumah, harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan terlalu percaya kepada suami sehingga longgar menerapkan aturan syariat di rumah. Saya pernah membaca kisah perselingkuhan seorang kakak dan adik iparnya. Padahal si kakak adalah seorang ustadz. Semua itu hanya karena sering ‘berkesempatan’ menikmati kecantikan adik iparnya. Meski tanpa sengaja.

Semoga Allah menjaga diri kita dari segala perbuatan nista dan dosa. Aamiin…

Baca juga maut 1

Sumber:

Tri Asmoro. 2011. Amanah di Pundak Ayah. Solo: Arafah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here