Kutu Rambut? Terapi Lerak saja!

0
73 views

kiblatmuslimah.com-Siapa yang tidak kenal dengan kutu? Atau malah sekarang rambutnya sedang menjadi sarang kutu? Pastinya terganggu sekali, apalagi saat salat dan aktivitas harus diwarnai dengan garuk-garuk rambut.

Kutu rambut atau nama lainnya pediculosis capitis, kutu menghisap darah melalui gigitan pada kulit kepala. Kutu merupakan sejenis serangga yang berwarna hitam kehijauan. Kutu biasanya cepat menular dengan hanya berdekatan dengan rambut yang sudah menjadi sarang kutu.

Masya Allah, alam telah menyediakan tanaman anti kutu yang aman dan mudah kita dapat di pasar-pasar traditional yakni lerak.

Lerak yang biasanya digunakan untuk mencuci kain batik dan menjaga kualitas warna batik, ternyata ampuh digunakan untuk membasmi kutu kepala.

Tanaman Lerak (Sapindus Rarak)
Tumbuhan raksasa dengan tinggi yang bisa mencapai 42 meter dengan diameter batang sekitar 1 meter. Daun berbentuk bulat telur sampai langset. Perbungaannya majemuk, terdapat di ujung batang, dan berwarna putih kekuningan. Buahnya berbentuk bundar. Buah yang tua (masak) berwarna cokelat kehitaman, dengan permukaan buah yang licin dan mengkilap. Bijinya bundar dan berwarna hitam. Daging buahnya sedikit berlendir, tetapi mengeluarkan aroma wangi.

Para ahli botani mengelompokkan lerak sebagai tanaman biopestisida, karena sangat baik untuk pembasmi serangga. Daging buahnya mengandung saponin yang bersifat biopestisida (pembasmi hama). Biji lerak mengandung minyak, sehingga bisa digunakan sebagai sabun wajah untuk mengurangi jerawat

Pengobatan kutu rambut dengan lerak

Ambil 12 buah kulit buah lerak, direndam dalam panci bertutup yang diisi dengan air panas sebanyak 2 cangkir selama kurang lebih 3 jam. Air rendamannya digunakan untuk keramas, lalu dibungkus dengan kain/handuk. Dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Esok harinya dibilas dengan air bersih.

Mudah bukan cara penanganan kutu rambut? Yang penting jaga rambut tetap bersih dan jaga kelembapannya.

Sumber: Sudarman Mardisiswojo. 1987. Cabe Puyang 2. Warisan Nenek Moyang. Jakarta: Balai Pustaka.

 

By.Rie Mimba

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here