Komunikasi Pasutri ala Nabi (Bagian 2)

0
82 views

Kiblatmuslimah.com – Mari kita dalami teknik komunikasi hebat seorang istri di saat suami sedang panik dan khawatir. Belajar dari Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu ‘anha….

Suami yang khawatir dan panik, sering tergambar jelas di wajah dan suaranya. Kemudian diutarakan melalui lisan yang patah-patah. Oleh sebab itu….

Pertama, Khadijah memahami….

Komunikasi yang baik dibangun di atas kepekaan terhadap pasangan. Mungkin tidak terucap. Bahkan mungkin tidak mampu diucapkan. Terlalu berat. Namun pasangan yang baik adalah yang mampu membaca keadaan, bahkan sebelum kata terucapkan. Mampu memahami perasaan, meski dikirimkan melalui getar lirih perkataan.

Kedua, Khadijah menyelimuti….

Seseorang yang sedang merasa tidak nyaman, biasanya terlihat begitu jelas pada mata, wajah dan gerak fisiknya. Untuk itulah, pasangan harus memberikan kenyamanan pada fisik sebelum yang lainnya. Karena pada kondisi semacam ini, fisik yang paling membutuhkan belai lembut dan rasa nyaman. Menghadirkan kenyamanan fisik tampaknya sederhana, tetapi perlu kesungguhan dan ketulusan.

Khadijah tampaknya paham betul hal itu. Tanpa pikir panjang, ia segera membentangkan selimut hangat, sebagaimana pinta suaminya. Tanpa banyak bertanya, sebagaimana tabiat wanita, ia segera mendekap belahan jiwanya. Tentu tak sekadar menghangatkan raga, tetapi juga merasuk hingga jiwanya. Perlahan, ketenangan dan kenyamanan itu melingkupi hati sang suami. Dekapan hangat dan tulus dari pasangan, sungguh kenyamanan yang tak terganti.

Ketiga, Khadijah menenangkan dengan kata-kata santun, lembut, dan penuh penghargaan….

Tentu masih ingat dalam benak kita kalimat abadi ini,

“Bergembiralah, wahai Suamiku.... Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu, selamanya....”

Begitulah Khadijah. Kata-katanya bagaikan sihir yang menumbuhkan kekuatan. Ia mencoba meyakinkan suaminya bahwa Rabb-nya takkan pernah berbuat aniaya. Sebab Allah adalah sandaran pertama dan utama bagi orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman-Nya,  “wa ilaa Rabbika farghab.” Pengharapan dan pertolongan itu hanya pada Allah. Barang siapa yang bersandar pada-Nya, niscaya ia tak kan roboh.

Keempat, Khadijah memuji untuk meyakinkannya….

“Bergembiralah, wahai Suamiku…. Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu, selamanya…. Sebab engkau seorang yang amat jujur dalam ucapan. Engkau adalah seorang yang sangat menjaga silaturahim. Engkau orang yang senang menanggung beban orang lain, dan engkau pula seorang yang memuliakan tamu, serta membantu orang yang kesulitan....”

Kalimat yang mengalir jujur dan tak sekadar basa-basi. Kalimat yang timbul dari penghargaan yang tinggi terhadap suami. Menyejukkan hati yang sedang gundah. Menenangkan jiwa yang sedang gelisah. Memantapkan keyakinan akan datangnya pertolongan Allah.

Kelima, Khadijah memberi solusi nyata….

Khadijah mencoba menghadirkan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi suaminya. Ia membawanya menemui Waraqah bin Naufal bin Asad, seorang pemeluk agama Nasrani yang sudah tua dan buta, tetapi mampu membaca dan menulis Injil dengan bahasa Arab. Cara ini ia tempuh untuk mengurai kebingungan suaminya.

Begitu di antara cara yang dilakukan Khadijah. Sebagai istri yang benar-benar mewujudkan dirinya sebagai partner, pendamping, dan teman seperjuangan sang suami. Poin pertama hingga keempat menggambarkan kemampuan seorang istri hebat dalam mewujudkan ketenangan bagi suami yang sedang dirundung kepanikan. Meski harus diakui pula bahwa sesungguhnya permasalahan intinya belum terjawab, tetapi ketenangan yang mulai menyelimuti suami menjadi modal awal untuk memecahkan masalah. Setelah semuanya kembali tenang, solusi itupun dicari dan diserahkan kepada ahlinya.

Begitu sepenggal potret istri yang cerdas. Komunikasi yang indah antara suami dan istri terbaik. Tiada rumah tangga terbaik yang patut diteladani, selain rumah tangga beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

Artikel ini disadur dari tulisan Ust. Budi Ashari, Lc yang dapat diakses melalui situs parentingnabawiyah.com.

Penulis: Lanina Lathifa

Editor: Halimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here