Fenomena Akhir Zaman

0
87 views

Kiblatmuslimah.com – Sungguh perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja muslim sering kita jumpai dimana-mana. Sungguh menyedihkan. Apakah ini yang dinamakan hilangnya keimanan? Atau karena tidak adanya pengawasan terhadap diri sendiri? Ataukah dampak dari zaman keterbukaan?

Faktor yang menjadi pendorong sebagian mayoritas remaja muslim melakukan penyimpangan adalah rasa rendah diri, suka pamer dan cinta popularitas. Tatkala mereka merasa lemah untuk menghias dirinya dengan sifat-sifat terpuji, akhirnya mereka mencari ganti dengan perbuatan rendahan, persis seperti kaedah yang menyatakan, “Menyimpanglah agar tenar dan dikenang”.

Hal ini tak bisa dipungkiri. Guru-guru disekolah pun selalu berucap, siswa yang mudah di ingat adalah yang pandai dan yang bandel. Alangkah menyedihkan, mereka yang mengira bahwa kemajuan itu terletak pada mode pakaian dan potongan rambut. Mereka menyangka bahwa masyarakat akan berdecak kagum dan bangga kepada mereka. Demi Allah, tidak ada orang yang shalih maupun yang fasiq sekalipun yang memuji perbuatan mereka. Yang terjadi justru sebaliknya, membuat masyarakat resah dan mencela perilaku menyimpang yang dilakukan oleh para remaja.

Kapankah kita akan menyadari bahwa masyarakat muslim berbeda dengan orang-orang kafir? Wahai para remaja muslim, kapan kita akan sadar dan paham? Masyarakat barat dan kafir berbeda dengan kita baik dari segi akhlak, kebiasaan hidup dan cara berpakaiannya. Mereka berbeda dengan masyarakat Islam yang memiliki keistimewaan tersendiri. Jika tidak, lalu apa arti keislamannya?

Wahai kaum muslimin tidak ada yang perlu kalian sembunyikan

Asas sebuah peradaban adalah masa lalunya

Jangan pernah lepaskan syari’at Islam

Yang tidak pernah lapuk diterpa zaman

Kapankah ummat ini akan meraih kemuliaan?

Jika kendali urusan mereka berikan pada musuhnya

Ketika banyak dari kalangan remaja Islam baik putra maupun putri menjauhkan diri dari Al Qur-an dan Hadits, tidak berjalan di atas keduanya. Maka terjadilah kesesatan, penyimpangan dan kelalaian.

Apakah kamu mengira bahwa jauhnya dirimu dari nilai-nilai Islam hanya akan membahayakan dirimu sendiri? Ternyata tidak. Masalahnya lebih berat dari itu. Perbuatan kalian telah menyeret umat ke dalam jurang kehancuran dan keterbelakangan, serta memotong laju perkembangannya.

Janganlah kalian menjadi imma’ah (pengekor), sehingga engkau akan berkata, ‘Jika manusia baik kamipun akan baik, namun jika mereka zhalim kamipun akan berbuat demikian’. Teguhkanlah pendirian kalian, jika orang lain berbuat baik padamu, balaslah kebaikan itu, namun jika mereka menyakiti, jangan ikut berbuat zhalim’”. (HR. at-Tirmidzi)

Jangan sekali-kali menjadi imma’ah, yaitu pengekor yang tidak punya pendirian, sehingga mudah mengikuti selera orang lain. Dikarenakan lemahnya pendirian, akhirnya mereka tidak memiliki kepribadian. Mereka melakukan apa saja yang mereka lihat dan dengarkan, atau melakukan apa yang dikerjakan oleh teman dan sahabatnya.

Alangkah banyak orang yang hanya bisa mengekor. Tidak mempunyai konsep diri dan nilai-nilai luhur sebagai tempat berpegang teguh. Mereka hidup hanya untuk syahwat dan diri mereka sendiri.

Jika demikian, maka jelaslah bahwa sudah menjadi suatu keharusan seorang muslim untuk menimbang suatu nilai dan prinsip-prinsip berdasarkan Al Qur’an, as-sunnah dan pemahaman para salaful ummah. Marilah prinsip ini kita pegang teguh bersama. Wallahu a’lam

 

 

*Hunafa’ Ballagho

 

Sumber:

  1. Ibrahim Ad-Duwaisy & DR. Sulaiman Al-Umar. Zaman Boleh Berubah Iman Terus Bertambah. Klaten: WAFA Press

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here