Fathimah Gadis Spanyol (Bagian 3)

0
64 views

Kiblatmuslimah.com – Kemudian saya bertanya, “Bagaimana keadaanmu, wahai Fathimah?” –sepertinya dia lebih bersikap ramah kepadaku daripada kepada orang yang ada di sampingnya–.

Lalu dia pun menjawab pertanyaanku dengan suara terbata-bata karena kondisinya yang lemah, “Kami memiliki tetangga muslim. Aku seringkali pergi menemui mereka untuk mendengarkan perkara agama mereka. Hingga ketika aku tertidur pada suatu malam, aku mimpi melihat Nabi Muhammad berada dalam lingkaran cahaya yang menyilaukan pandangan. Sambil melambai-lambaikan tangannya kepadaku, beliau berkata, ‘Mendekatlah kepadaku, wahai Fathimah!’”

Andai kamu melihatnya mengucapkan nama Nabi Muhammad, tentu kamu dapat melihat sekujur tubuhnya gemetar. Bahkan belum juga usai bercerita, tiba-tiba badannya yang gemetar itu terjatuh persis di atas tempat duduknya bagaikan sebuah bangunan yang roboh. Melihat kondisi itu, orang-orang pun mengerumuninya dengan perasaan sedih. Dan saya melihat lelaki tua itu berjalan di gerbong kereta.

Kemudian saya memintanya untuk mengumandangkan adzan di telinga gadis itu. Ketika sampai pada ucapan“Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, gadis itupun menarik nafas panjang dengan tersengal-sengal lalu menangis dengan cukup hebat dan kembali kepada kondisinya semula.

Ketika dia sudah sadarkan diri, saya bertanya kepadanya, “Wahai Fathimah, bolehkah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada itu?”  Dia menjawab, “Tentu”. Aku berkata, “Sesungguhnya hukum Islam melihat pada hati kita. Sehingga tidak mengapa bagimu jika kamu mengaku di hadapan orang kedutaan itu kembali kepada agamamu yang lama dan meninggalkan agama Islam. Sehingga kamu tidak kehilangan kesempatan untuk menegakkan syi’ar Islam sebagaimana yang kamu inginkan”.

Saat itulah dia menatapku dengan tatapan yang menjadikanku rendah di hadapannya. Sehingga saya merasa takut atas diriku sendiri, lalu gadis itu berkata, “Selain daripada itu, mungkin saja mereka akan memotong leher atau memutuskan sendi-sendi. Namun biarkanlah aku menghadapinya. Sebab sesungguhnya jika aku menuruti nafsuku maka lisanku mendurhakaiku”. Selanjutnya syaikh pun tak tahu yang terjadi dengan gadis itu setelahnya.

Wahai Fathimah, keridhaan dan keselamatan dari Allah akan senantiasa dilimpahkan-Nya untukmu. Engkau adalah wanita muslimah yang syahid dengan keimanan yang kokoh.

Perhatikanlah wahai saudariku! Gadis beriman yang telah merasakan manisnya iman dan merasa ridha dengan Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Sehingga hatinya menolak selain agama Islam dan tetap kokoh menghadapi kekuatan yang zalim.

Wahai saudariku, apakah saat ini hati kita merasa kokoh dalam menghadapi kekuatan yang zalim? Dia adalah seorang gadis yang hidup pada masa yang sangat dekat dengan kita. Apakah kita mampu menjadikan wanita yang sabar itu sebagai teladan yang baik bagi diri kita?

Selesai

 

*Qonitazk

 

Sumber:

Ummu Isra’ Binti Arafah. 2017. 66 Muslimah Pengukir Sejarah. Solo: PT. Aqwam Media Profetika. Hal: 263-266

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here