Fathimah Gadis Spanyol (Bagian 2)

0
94 views

 Kiblatmuslimah.com – Saya pun bertanya kepada lelaki tua yang berada di sampingnya, Apa yang terjadi? Ada apa dengan gadis itu?

Sambil meneteskan air mata dan dengan suara yang terbata-bata, lelaki tua itu berkata:

Aku berasal dari Spanyol dan gadis itu adalah putriku. Sesuatu telah menimpanya sejak beberapa waktu yang lalu, aku pun tidak ingat persisnya. Malam itu aku terbangun karena mendengar suaranya sedang melaksanakan shalat, layaknya seorang wanita muslimah. Dan sejak hari itu dia mengumpulkan pakaian-pakaiannya untuk mencucinya sendiri, sambil mengenakan kerudung putih untuk menutupi wajah dan dadanya yang terbuka. Berikutnya dia menghabiskan waktu dengan shalat, puasa, sujud, dan shalat malam. Dahulu dia dipanggil ‘Rose’, namun tiba-tiba dia menolak dan hanya mau dipanggil  ‘Fathimah’.

“Selang beberapa lama, adik perempuannya pun mengikuti langkahnya. Aku terkejut dan merasa takut akan peristiwa itu. Kemudian aku menemui salah seorang uskup di gereja kami, agar dia membantu menghentikan aktivitasnya. Namun yang ia dapatkan hanyalah pembangkangan dan penolakan. Kegagalan uskup itu menjadi masalah besar baginya. Hingga akhirnya dia menulis sepucuk surat kepada kedutaan negara Spanyol untuk menangani anggota keluarga yang keluar dari agamanya. Ketika itulah, kedutaan memerintahkan kepada pemerintah Mesir agar menyeret paksa gadis itu. Seperti yang kamu lihat itu, untuk kemudian memasukkannya ke biara. Supaya dia bisa kembali memeluk agamanya yang lama.

Saya berkata, “Apakah engkau rela melihat putrimu diseret layaknya seorang pendosa yang melakukan tindak kejahatan, padahal dia tidak berdosa dan tidak melakukan kejahatan?

Lalu lelaki tua itu mengeluarkan nafas panjang seraya berkata, Sungguh aku telah terpedaya dan merasa kalut. Sehingga menyebabkan urusan dua pemerintahan dikalahkan oleh urusanku. Lantas apa yang harus aku perbuat?

Sebagai bentuk simpati atas peristiwa itu, saya pun mendekati sang gadis yang ketika itu sedang berusaha menghilangkan kesedihan dan beban hidupnya sambil tertunduk. Kemudian saya bertanya, Bagaimana keadaanmu, wahai Fathimah? –sepertinya dia lebih bersikap ramah kepadaku daripada kepada orang yang ada di sampingnya–.

Bersambung….

 

*Qonitazk

 

Sumber:

Ummu Isra’ Binti Arafah. 2017. 66 Muslimah Pengukir Sejarah. Solo: PT. Aqwam Media Profetika. Hal: 263-266.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here