Fakta, Sejarah dan Penyebaran Syiah di Nusantara

0
250 views

Kiblatmuslimah.com – Pentingnya mengenalkan ajaran-ajaran sesat kepada khalayak, khususnya generasi muda, adalah demi membentangi diri dan umat ini. Khususnya Syiah, yang semakin eksis menunjukan batang hidungnya. Menyelusup ke dalam jiwa kawula muda yang sedang mencari jati diri. 

Tidak dipungkiri Syi’ah dan ahlus sunnah adalah dua kubu yang berbeda. Terlihat jelas. Bukan karena furu’iyahnya, melainkan masalah ushuluddin yang tampak dan sangat berbeda.

Rukun Islam dan Iman

Rukun Islam bagi muslim sudah sangat terkenal. Yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Rukun iman dalam Islam terdiri dari 6 perkara. Iman kepada Allah ta’ala, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir yang baik serta buruk.

Sedangkan rukun “Islam”-nya Syiah itu shalat, zakat, puasa, haji, dan Al-Wilayah (meyakini kepemimpinan 12 imam Syiah). Kemudian rukun iman Syiah menurut para imam mereka yaitu percaya kepada ketuhanan Allah, keadilan, kenabian, imam, dan hari kiamat.

Taqiyah

Sulitnya mengetahui ciri kesyiahan mereka karena tertutup jubah taqiyah. Taqiyah adalah kondisi luar seseorang dengan hatinya, tidak sama. Taqiyah dalam Syiah adalah kewajiban asasi. Menurut Ali Muhammad Ash-Shalabi, taqiyah dalam Syiah ada empat unsur pokok ajaran. Pertama, menampilkan hal yang berbeda dari hatinya. Kedua, taqiyah digunakan dalam berinteraksi dengan lawan-lawan Syiah. Ketiga, taqiyah berhubungan dengan perkara agama atau keyakinan yang dianut lawan-lawan. Keempat, digunakan saat berada dalam kondisi mencemaskan.

Ada pernyataan yang sangat populer dari Ja’far Ash Shadiq,“Taqiyyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Barangsiapa yang berterus terang sebelum datangnya Imam Mahdi kami maka dia bukan dari golongan kami.”

Hadits-hadits milik kaum Syiah yang menjelaskan tentang taqiyah disebutkan oleh Majelisi sebanyak seratus sembilan (109) riwayat, dalam bab “Bertaqiyah tetapi tetap bermasyarakat” (Biharul Anwar 75/393-443).

 

Syeikh mereka Ibnu Baabuwaih dalam buku al-I’tiqadat, judul kitab “Dinul Imamiyah” (Agama Imamiyah): “Taqiyah adalah wajib, yang tidak boleh ditinggalkan sampai munculnya Imam Mahdi. Barangsiapa yang meninggalkannya sebelum datangnya Imam Mahdi maka dia telah keluar dari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dari agama Imamiyah, menentang Allah dan Rasul-Nya serta para Imam.” (al-I’tiqad hlm. 114-115)

 

Dalam Islam (Ahlus Sunnah), taqiyah hanya ketika kondisi darurat. Parameter darurat itu seperti digambarkan oleh Ibnu Mundzir, “Para ulama sepakat bahwa orang yang dipaksa kafir, saat keselamatan jiwanya terancam, kemudian mengucapkan kata-kata kufur. Tapi hatinya tetap teguh keimanannya, demi menyelamatkan nyawa adalah diperbolehkan.” (Ibn Hajar, Fathul Bari, 12 hal. 314).

Sejarah

Pertanyaan yang mungkin pernah terlintas tentang aliran ini, “Bagaimana bisa masuk ke Indonesia?” Sejarah masuknya Syiah ke Nusantara melalui daerah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 1979 sebelum revolusi Iran. Pada saat itu baru terjadi revolusi Khomeini. Dibawa oleh Husein Al-Habsyi yang pergi ke Iran untuk berbaiat dengan Khomeini dan ditugaskan agar menyebarkan Syiah di Indonesia.

Lewat pesantren YAPI inilah dia mengirim para santri-santrinya untuk menuntut ilmu di Iran, Pakistan dan lainnya. Demi melahirkan kader-kader Syiah. Dari situlah mereka menyebar para kadernya ke pesantren-pesantren, perguruan tinggi, dan membangun sebuah organisasi serta melakukakan aktivitas dakwah. Gerakan mereka  dikomandoi oleh organisasi Islamic Cultural Centre yang berpusat di Jakarta. Di bawah pengawasan kedutaan Iran.

Dalam buku panduan Majelis Ulama Indonesia “Mengenal dan Mewaspadai Peniyimpangan Syiah di Indonesia”, ditinjau dari perjalanan masuknya Syiah ke Nusantara dapat dikategorikan dalam tiga generasi utama. Generasi pertama, sebelum meletusnya revolusi Iran pada tahun 1979, Syiah sudah ada di Indonesia. Namun keyakinan itu baru diaplikasikan dalam diri sendiri dan keluarga yang sangat terbatas. Belum ada mental untuk mempublikasikannya dan masih sangat esklusif.

Bersambung Organisasi dan Poros Syiah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here