Fahira Idris: Semua Cinta Indonesia

0
78 views

Kiblatmuslimah.com – Puisi ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan saat ’29 Tahun Anne Avantie Berkarya’ di Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 dipersoalkan banyak pihak. Pasalnya secara lantang menyinggung syariat Islam, azan dan cadar. Ini dianggap menyinggung umat Islam.

 

Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengungkapkan alasan bangsa besar dan majemuk ini masih berdiri sampai sekarang. Warga Indonesia yang berbeda agama, budaya, bahkan berbeda cara berbusana, tapi saling menghormati serta tidak menafikan satu sama lain karena perbedaan tersebut.

 

“Ibu-ibu, baik yang kesehariannya pakai kebaya dan berkonde atau mereka mengenakan hijab dan cadar sama-sama cinta Indonesia. Ibu-ibu yang suka mendengar kidung dan mereka yang bergegas beribadah saat mendengar azan sama-sama berbudi. Ini realita, makanya seringlah turun ke masyarakat, baru beropini,” tukas Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (3/4).

 

Fahira mempersilakan orang yang menganggap bahwa kebaya dan konde adalah bagian identitas busana para perempuan atau ibu Indonesia. Namun, jangan pernah menstigma perempuan yang mengenakan hijab dan cadar sebagai ekspresi keyakinannya beragama, bukan bagian dari Indonesia. Karena ini sama saja tidak paham Pancasila dan konstitusi yang menjamin semua perbedaan itu.

 

“Kalau merasa paling paham Pancasila, harusnya memandang perbedaan keyakinan bahkan pertentangan budaya dan identitas sebagai sebuah keniscayaan penguat persatuan. Bukan malah beropini bahwa budaya atau identitas busana saya paling Indonesia, yang lain bukan Indonesia. Opini yang membanding-bandingkan seperti ini, sama sekali tidak ada maknanya bagi penguat keindonesiaan kita,” ujar senator Jakarta ini.

 

Terkait ramainya reaksi atas puisi ‘Ibu Indonesia’ ini, Fahira meminta masyarakat khususnya umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

 

“Anggap saja ini ujian bagi keindonesiaan kita. Semoga ke depan tidak ada lagi pandangan yang menilai keindonesiaan perempuan dari busana yang dikenakannya,” pungkas Fahira.[Anis]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here