Bukan Tangisan Biasa

0
74 views

Kiblatmuslimah.com – Rabu (18/10), ada hal yang berbeda dengan halaqah al-Qur’an yang saya bimbing. Biasanya aktivitas halaqah al-Qur’an dilalui dengan muraja’ah dan talaqi. Namun hari ini ada nuansa keimanan yang luar biasa saya rasakan.  Bagaimana tidak? Saya yang baru saja duduk dalam halaqah al-Qur’an, langsung mendapat laporan dari salah seorang siswa, “Ustadzah,  Balqis Q (Balqis Qurrata’ayun)  nangis”. Spontan, saya pun bertanya, “Kenapa Balqis nangis?” “Tidak tahu, Ustadzah. Tadi belum lama duduk, Balqis tiba-tiba nangis,” jawab Balqis A (Balqis Azkiya).

Bagi seorang guru, ketika ada murid yang menangis ada dua kemungkinan. Pertama karena terjatuh. Kedua karena diganggu teman. Akhirnya saya pun bertanya, “Balqis,  kenapa nangis? Ada yang ganggu Baqis tadi?” Dengan suara yang berat, Balqis mau menjawab. Tapi ia tidak mampu. Akhirnya saya suruh dia tenang dulu.

“Balqis, tenang dulu ya. Nanti kalau sudah tenang, baru cerita sama Ustadzah.”  Ternyata tangis Balqis makin menjadi. Sampai akhirnya saya suruh dia mendekat, “Yuk,  sini dekat Ustadzah!” Dia pun datang menghampiri tempat duduk saya.

Dengan lirih saya bertanya, “Balqis kenapa nangis, Nak?”  Sambil memegang bahunya. Ia pun menjawab dengan suara yang berat, “Ustadzah,  BALQIS TAKUT MASUK API NERAKA.”

Spontan saya yang awalnya ingin mendiamkan dari tangisnya, jadi ikut menangis. Karena itu bukanlah jawaban yang biasa dari sebuah tangisan. Akhirnya saya memeluknya erat. Saya pun kembali bertanya, “Balqis, kenapa tiba-tiba jadi nangis?”

Ia pun menjawab, “Tadi malam, Balqis baca surah Al-Ghasiyah, Ustadzah. Terus Balqis baca artinya. Dan artinya menceritakan tentang keadaan orang yang masuk neraka.” Tangisnya pun semakin menjadi. “Malamnya Balqis mimpi melihat neraka, Ustadzah. Dan Balqis tidak mau masuk neraka, Ustadzah. Balqis mau jumpa sama Allah dan masuk surga.”

Dengan lirih, saya pun mulai menanamkan keimanan ke dalam dada Balqis. “Balqis,  kalau Balqis mau masuk surga,  Balqis harus jadi anak yang shaliha. Taat sama Allah dan Rasulullah. Insya Allah. Yakinlah, Allah pasti akan pilih Balqis menjadi penghuni surga-Nya.”

Saya pun kembali mengingatkan, “Balqis, hafal doa yang Ustadzah ajarkan agar terhindar dari api neraka?” “Hafal ustadzah,” jawabnya. “Coba sekarang Balqis baca ya!” Dengan suara tersedu-sedu Balqis pun membacanya, “Allahumma ajirni minan nar“.

“Balqis baca terus doa itu ya, Nak. Biar nanti Allah hindarkan Balqis dari api neraka.” Sambil menenangkan Balqis,  saya meminta anak-anak yang lain untuk membaca arti surah Al-Ghasiyah. Akhirnya yang akhwat (santri putri, red) pun ikut menangis. Satu per satu akhirnya saya peluk dan sampaikan, “Anak Ustadzah, nanti kalau sudah besar, jadi anak shalihah ya, Nak. Jadi hafidz Qur’an ya. Yang ikhwan juga jadi anak shalih ya.  Ustadzah tidak mau nanti kalau sudah besar melihat anak-anak Ustadzah tidak taat sama Allah.” Merekapun mengiyakan yang saya sampaikan.

Saya pun kembali bertanya, “Siapa nanti yang mau sama-sama masuk surga sama ustadzah?” “Ana, Ustadzah,” sambut mereka.

“Kalau gitu, doakan juga Ustadzah masuk surga ya, Nak. Biar nanti kita bisa sama-sama lagi ya.”

Dan setelah itu, saya pun sampaikan kepada yang lain, “Anak2 sholeh dan Sholeha ustadzah,  tau tidak?  Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka yaitu dua mata yang menangis karena takut kepada Allah.

Kalau anak ustadzah,  menangis karena takut kepada Allah maka insya Allah, Allah akan lindungi kita dari api neraka Nya.

Ana pun meminta anak2 untuk membuka surah Maryam :71-72 dan menyampaikn bahwa kita semua akn mendatangi neraka dan hanya orang2 yang bertaqwalah yang akan Allah selamtkan.

Jadi,  anak ustadzah harus menjadi orang yang bertaqwa agar Allah hindarkn kita dari api neraka ya.. Ingatkan hadis nya..

Ittaqillaha haitsumma kunta dst..

Anak ustadzah..  Ketika Allah smpaikn tentang neraka, Allah juga memberikan kabar gembira berupa surga bagi orang2 yg bertaqwa  Seperti didalam surah Al ghasiyah kan?  Setelah Allah ceritakan tentang neraka. Allah juga memberikan kabar gembira tentang surga. Dan Allah telah memberikan dua jalan yakni jalan ketaqwaan dan jalan kefasikan.  Kalau anak ustadzah mau masuk surga jadi anak ustadzah pilih jalan yang mana?  “jalan ketaqwaan ustadzah “jawab mereka serentak.

Dan halaqoh qur’an hari ini,  sangat2 berbeda bagi ana.

Penanaman keimanan sangat terasa. Maka benarlah kenapa pra salaf belajar iman dulu baru Alqur’an karena setelah Mereka memiliki iman yang kuat maka dengan belajar dan mengahafal Alqur’an iman mereka pun semakin kuat dan kuat.

Jadi saudariku Kalau anak sebesar Balqis yang masih duduk dikelas 4 sd saja,  memiliki rasa takut kepada Allah yang begitu luar biasa. Maka kita yang sudah bergelimang dengan dosa sungguh sangat perlu untuk meneteskan air mata karena takut kepada Allah.

Ambilah pelajaran walaupun dari seorang anak kecil.

Saudariku..

Kapan terakhir kita menangis karena takut kepada Allah?

Syifa Azzahra

Previous articleKu Ridhoi Keputusan-Mu
Next articleSemur Buncis
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here