Berdoalah dari Teman dan Lingkungan Buruk!

0
82 views

Kiblatmuslimah.com – Tangerang merupakan kota di barat pulau Jawa yang terkenal dengan kota industri. Di beberapa sudut kotanya tak lepas dari bangunan-bangunan pabrik dan  rumah-rumah mungil tempat istirahat para pekerjanya.

Dunia industri bukan seperti di pesantren yang ketika kita salah dalam hidup, akan ada yang menasihati. Menjadi pekerja pabrik berarti siap bertempur dengan lingkungan baru, entah dia mengajak kebaikan atau bahkan sebaliknya

Di kota Tangerang terdapat pabrik miras besar. Ada kisah menarik dari sosok berinisial ST. Dia adalah warga asli Bandung namun ikut kerja di Tangerang dengan pamannya. Usianya memasuki masa SMA kelas 1 jika ia melanjutkan sekolahnya.

Memasuki kota Tangerang, ia terbawa arus rutinitas pekerja pabrik. Lingkungan bebas yang rata-rata cita-citanya adalah dunia semata. Ia sebelumnya adalah seorang santri di salah satu pondok pesantren di Majalaya, Bandung. Ia menghafal ± 4 juz di waktu kelas 2 SMP.

Dulu ia adalah murid dari salah satu SMP Islam di Bandung, namun ia mendapatkan tekanan dari teman-temannya. Lantaran takut diancam, ia tidak melaporkan kepada guru di sekolah tersebut. Tekanan di sini bukan sekedar diejek atau disuruh-suruh, namun dipukuli bahkan dikeroyok ramai-ramai.

Suatu hari di perjalanan pulang sekolah, ia bertemu dengan seorang preman berbadan besar yang mengatakan, “Kalau ada apa-apa, tinggal panggil kita-kita saja”. Dari sini ia mulai sedikit berubah dan ikut nongkrong bersama genk di SMP-nya

Saat itu, ia ditawari obat oleh temannya. Katanya obat penenang. Bentuknya seperti obat pada umumnya, warnanya pink. Karena obat tersebut membuat candu (salah satu jenis Narkotika), selanjutnya ia semakin ketagihan. Efek dari obat tersebut terlihat beberapa bulan selanjutnya, di kaki banyak seperti bisul. Akhirnya ia berhenti.

Ia kembali ditawari preman-preman itu untuk minum minuman keras. Ia mengatakan, “Itu air putih biasa”. Ia coba minum dan rasanya manis. Warnanya bening seperti air biasa, baunya harum dan rasanya manis, bukan pahit. Karena minuman ini pun ada levelnya. Harga menentukan kadar, kualitas dan efek dari minum minuman tersebut.

Seringnya ia minum minuman tersebut, ia sakit tipus hampir sebulan dan dada terasa sesak. Sesak tersebut akibat dari terlalu sering meminum minuman tersebut. Memasuki area industri, ia kembali melakukan aktivitas “minum” karena rekan-rekan di kanan kirinya. Ia malu jika dibilang tidak gentle karena tidak mau minum.

Sebelumnya, ia adalah seorang perokok sejak kelas 1 SMP. Ia diizinkan oleh sang bapak karena katanya dulu bapaknya juga seperti itu. Sehingga ia mengatakan, “Ini mah keturunan kali ya, Teh”. Ketika dilontarkan pertanyaan, “Dulu pas di pondok diajari apa, emang?” Jawabannya adalah “Iya tau, Teh. Orang tawakkal itu adalah orang yang menjauhi larangan-Nya dan melakukan perintah-Nya. Tapi saya mah tergantung. Kalau waktunya baik, ya baik. Kalau waktunya minum dan ngerokok ya gitu, susah Teh.

Dari kisah ini ada hikmah besar yang dapat diambil, pentingnya terus berdoa seperti yang diminta oleh Rasulullah. Yaa Muqallibal quluub, Tsabbit qalbi ‘alaad diinik. Wahai yang membolak-balikkan hati (Allah), tetapkanlah hatiku kepada agama ini (Islam).

Di saat kita lengah dari meminta dan bergantung kepada Allah, maka setan dan sekutunya akan segera mengambil alih dengan iming-iming luar biasa. Makar-makar setan bertebaran dimana-mana, menghantui setiap manusia dimanapun mereka berada. Kita mau meminta pertolongan Allah yang menciptakan setan atau bertekuk lutut kepada ciptaan Allah agar mendapat kemewahan dunia?

Jika hari ini kita memiliki sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan atau bahkan terlalu sering, janganlah bersedih ataupun marah karenanya! Lihatlah orang di sebelah sana! Banyak yang membutuhkan kawan untuk selalu menasihati dalam kebaikan. Namun yang didapatkan adalah sebaliknya, menasihati dalam kemaksiatan. Peganglah sahabat-sahabat kalian saat ini!

@daffa.an-nuur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here