Bercadar bukan Penghalang Berprestasi

0
360 views

 

Kiblatmuslimah.com – Akhir-akhir ini sedang viral berita tentang larangan cadar di sebuah universitas swasta di Jawa Barat. Mahasiswi yang diketahui memakai cadar di lingkungan kampus tidak segan-segan diperingatkan bahkan dikeluarkan dari universitas tersebut.

Ada pula kasus penipuan sebuah agen travel umroh. Dua tersangkanya yang merupakan seorang muslimah mendadak menggunakan cadar untuk menyembunyikan wajahnya. Sungguh menyedihkan, melihat cadar disalahgunakan. Cadar yang seharusnya menjadi bagian dari syi’ar Islam, malah dianggap sebagai aksesoris pelaku kejahatan.

Sebagai seorang muslimah, seharusnya kita mengetahui fungsi cadar yang sebenarnya. Dan jika kita adalah muslimah yang bercadar, kita juga memiliki tugas untuk menjelaskan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa muslimah bercadar tidak selalu identik dengan kata eksklusif, menyendiri, ekstrim, dan melulu tentang ngaji. Seolah-olah muslimah bercadar itu pahamnya ilmu din saja dan tidak paham ilmu sains dan ilmu-ilmu duniawi lainnya.

Ada kisah dari seorang akhwat berikut ini. Seorang akhwat bercadar yang membuktikan bahwa cadar bukan penghalang baginya untuk berprestasi. Dengan ilmu dan karyanya dia bisa membuktikan bahwa muslimah itu harus cerdas dan bisa memberikan manfaat bagi umat.

Namanya Astriva Novri Harahap, seorang mahasiswi Universitas Lampung jurusan Kimia. Astriva juga seorang mahasiswi yang aktif dalam organisasi. Saat ini dia memperoleh amanah sebagai sekretaris Muslimah Mahasiswa Pecinta Islam Lampung. Aktif di kabar dunia Syam Middle East Update dan di sela-sela kesibukannya dia juga menulis di media dakwah Kiblat.net.

Melalui wawancara via Whattsapp, dia berkisah tentang perjalanannya pada saat mengikuti PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Awalnya tim Kiblat Muslimah bertanya, “Apakah di Universitas Lampung ada larangan memakai cadar bagi mahasiswinya?”

Kata Astriva, “Di UNILA (Universitas Lampung) tidak ada larangan memakai cadar bagi mahasiswinya. Bahkan dari waktu ke waktu semakin banyak akhwat yang memakai cadar di kampus, jadi kita merasa nyaman-nyaman saja saat kuliah dengan memakai cadar”.

Singkat cerita setelah perjuangan panjangnya melakukan penelitian demi penelitian, akhirnya pengumuman kelulusan PIMNAS keluar. Astriva bersama keempat temannya menjadi salah satu tim perwakilan dari UNILA yang lolos PIMNAS ke Makasar tahun 2017 ini.

Dua hari menjelang keberangkatannya ke Makasar, Astriva pergi ke kampus dan bertemu seorang akhwat. Lalu akhwat itu bertanya,

“Ehh, Kak Astriva. Kok belum berangkat, Kak?”

“Iya. Insya Allah hari Rabu, Ukh.”

“Semoga lancar dan dimudahkan ya, Kak. Semoga bisa memperjuangkan Islam,” pesan akhwat tersebut.

Kata Astriva, “Detik itu saya kembali ingat. Ya Allah, ternyata tugas saya ga cuma sekedar presentasi, tetapi juga harus berusaha menebar syi’ar Islam. Karena tau sendiri kan, belakangan ini sedang heboh berita tentang larangan cadar di salah satu kampus swasta? Qadarullah, Allah berikan saya kesempatan untuk berdiri di event itu. Mohon doanya. Semoga ini bisa menjadi dakwah dan bernilai ibadah.”

Setelah sampai di kota Makasar, Astriva juga bercerita bahwa dia bertemu dengan seseorang, “Ada orang yang melihat saya lalu bertanya,”

“Kuliah jurusan apa, Mba?”

“Kimia, Pak”, jawab Astriva.

“Wah, buat bom dong?” sergapnya.

Astriva tersenyum dan berkata, “Penelitian saya tentang anti kanker, Pak (”

Anti kanker. Penelitiannya susah. Lulusnya juga susah.

Dalam hati Astriva berkata, “Enak aja aku dijudge gitu.”

Belum selesai sampai di situ. Saat teman-teman Astriva memanfaatkan waktu yang diberikan oleh panitia PIMNAS untuk city tour, Astiva lebih memilih untuk pergi ke kajian daripada jalan-jalan. ”Waktu perjalanan, Masya Allah, tadi Allah menakdirkan mataku lihat banner kajian ustadz Abdul Shomad di pinggir jalan”, kata Astriva.

Sungguh perjalanan yang sangat bermanfaat, ya akhwat. Tidak hanya untuk menyelesaikan perkara duniawi saja, di luar kota pun Astriva bersemangat untuk menghadiri majelis ilmu sebagai bekal menuju akhirat.

Astriva berpesan kepada seluruh muslimah, “Dear Ukhti, don’t let people judge you by your appearance. Show them your mind and your good attitude.”

[Peni]

Previous articleKeutamaan Bulan Dzulhijjah
Next articleAnak Pertama
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here