Bantu Minoritas Muslim, Kapal Ramadan ACT Bertolak ke NTT

0
121 views

 Kiblatmuslimah.com – Kapal Ramadan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dilepas menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulsel, Rabu (30/5). Acara pelepasan dihadiri langsung oleh Plt. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Soni Sumarsono.

Vice Presiden ACT, Iqbal Setyarso mengatakan Kapal Ramadan adalah ikhtiar menggugah kesadaran bangsa Indonesia untuk  berbagi kebahagiaan dengan saudara sebangsa yang kekurangan, khususnya di NTT.

“Apa yang kami lakukan adalah etalase ikhtiar yang tidak boleh hilang dari ingatan kita bahwa di mana ada kesulitan selayaknya kita yang berlebih senantiasa membersamai mereka. Hanya dengan inilah bangsa ini akan terjaga dari rahmat Allah,” papar Iqbal seperti dilansir Islam News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi JITU.

Iqbal menjelaskan ACT lahir sebagai organisasi tanggap bencana alam. Namun, seiring berjalannya waktu, ACT semakin memahami masih ada bencana lain yang lebih besar, yaitu bencana kemanusiaan,  yang paling berbahaya adalah bencana kemiskinan.

“Organisasi yang berani menghadapai bencana kemiskinan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berani bekerja keras dan berani merawat ikhtiar untuk mengingatkan orang lain,” tegas Iqbal.

Oleh sebab itu, Iqbal menyampaikan terima kasih kepada bangsa Indonesia yang peduli dan mau bergerak mengentaskan bencana tersebut.  Iqbal menyebut gerakan itulah yang akan menjadi benteng dalam menghadang bencana apapun.

“Ikhtiar inilah benteng terbaik untuk menolak bencana apapun. ACT tidak hebat tanpa ada orang lain yang peduli. Maka pahlawan hari ini adalah mereka yang tergerak hatinya untuk membantu orang lain, kami hanya wasilah, perantara untuk menyampaikan maksud baik dari bapak ibu sekalian,” jelas  Iqbal.

Seperti diketahui, kapal Ramadan ACT membawa 10 ribu paket sembako yang akan disalurkan kepada 10 ribu kepala keluarga di daerah minoritas muslim di Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Bantuan berupa paket sembako ini akan disalurkan ke 47 desa dan 22 kecamatan yang terpisah di pulau-pulau kecil.

Kapal yang akan menempuh perjalanan sejauh 1200 Km dan mengarungi lautan selama enam hari. Selain itu  juga membawa 100 lebih relawan yang terdiri dari dokter, paramedis, rescue, dan media. [Anis]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here