Bangkitlah Wahai Muslimah, Musuhmu Mengincarmu!

0
67 views

Kiblatmuslimah.com – Asma’ binti Yazid bin As-Sakan, seorang wanita Anshar yang pemberani, teguh pendirian, ahli hadits, mujahidah dan orator ulung. Termasuk wanita yang berbai’at pada tahun pertama hijriyah. Suatu ketka ia diutus oleh para wanita untuk bertanya kepada Rasulullah.

Ia datang pada Rasulullah dan berkata, ”Wahai Rasulullah, aku adalah utusan dari sekelompok wanita kepadamu. Apa yang akan kutanyakan sama dengan pertanyaan mereka dan pendapat mereka sama dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada seluruh kaum laki-laki dan kaum wanita, maka kami beriman dan mengikutimu.

Akan tetapi, kami kaum wanita terbatas geraknya. Kami hanyalah sebagai tiang penyangga rumah tangga, tempat penyaluran syahwat laki-laki dan yang mengandung anak-anak mereka. Sedangkan kaum laki-laki memperoleh keutamaan dengan diperintahkannya melakukan shalat berjama’ah, mengantarkan jenazah, dan berjihad di medan perang. Jika kaum laki-laki keluar untuk berperang, kami yang menjaga harta-harta dan mengasuh anak-anak mereka. Oleh karena itu, apakah kami bisa mengimbangi pahala mereka?”

Mendengar pertanyaan seperti itu, Rasulullah lalu menoleh kepada para sahabat yang ada di dekatnya. Lalu bertanya, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan wanita lain tentang ini?”

Rasulullah bersabda, “Kembalilah engkau, wahai Asma. Beritahukan kepada kaum wanita yang mengutusmu bahwa perlakuan baik salah seorang dari kalian kepada suaminya, usahanya mencari keridhaannya dan ketaatan kepadanya, dapat menyamai pahala dari amal laki-laki yang engkau sebutkan tadi.”

Hikmah apa dari kisah Asma’ di atas?

Sungguh besar peran seorang wanita; ketaatannya kepada suami, menjaga harta, kehormatan, mendidik anak-anak serta pekerjaan-pekerjaan lainnya yang selama ini dianggap sepele oleh umumnya masyarakat.

Peran di rumah mendidik, membesarkan dan mengasuh anak mulai dikhawatirkan Barat.  Barat menarasikan peran ibu yang akan menyemai benih-benih keislaman dengan ide radikal dan ekstrimis. Tak heran, Barat sangat berambisi memisahkan ibu dari habitat aslinya yaitu rumah. Sebagai ibu, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Dampaknya wanita sekarang lebih senang berada di luar rumah dengan segala gemerlap duniawi dan perlahan-lahan meninggalkan fitrah mereka untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Sayangnya, narasi permusuhan Barat tidak dipahami dengan baik oleh kaum muslimah. Mereka tidak sadar menjadi sasaran orang-orang kafir. Dijauhkan dari keluarga dan anak-anak. Disenangkan dengan karir di luar rumah. Diberikan image yang baik sebagai wanita sukses. Sementara ia tinggalkan tugas sesungguhnya, mengasuh, membesarkan dan mendidik anak. Ketaatan kepada suami dianggap hina dan merendahkan derajat kewanitaan.

 

Wahai muslimah, sadarlah! Tugas kalian adalah mencetak generasi unggul. Generasi yang meneruskan dakwah risalah Rasul dan Nabi. Generasi yang mengemban misi dakwah untuk membumikan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Wahai muslimah, sadarlah! Tugas kalian adalah membantu suami untuk berjuang di jalan Allah. Bukan untuk bertebaran di pasar-pasar, mal, tempat-tempat hiburan. Bukan bersolek di depan umum dengan berlenggak-lenggok mengumbar paras kecantikanmu yang diberikan Allah.

Wahai muslimah, sadarlah! Tugas kalian adalah melahirkan genarasi  Khalid bin Walid yang berjuang gagah berani menghadapi musuh, di saat kaum muslimin hilang keberaniannya.

Wahai muslimah, tugas kalian adalah menghadirkan Shalahudin Al-Ayyubi bagi anak-anakmu. Pemuda yang gagah berani menumbangkan keangkuhan musuh. Merebut kembali Palestina dengan Al-Aqsa.

Wahai muslimah, hari ini Islam butuh wanita-wanita yang tangguh. Generasi-generasi yang kokoh melawan kezaliman. Generasi yang membawa risalah Islam kembali jaya. Islam butuh pula manusia yang berjuang di jalan-Nya. Menolong wanita-wanita yang tergores kehormatannya. Bukan wanita-wanita yang hanya menurutkan hawa nafsu, mengumbar syahwat, terlena dengan dunia, dan bermegah-megahan untuk kesenangan sesaat.

Wahai muslimah, bangkitlah! Jadilah wanita-wanita hebat. Engkau adalah madrasah bagi anak-anakmu. Di tanganmu, tumbuh harapan generasi ini. Lahirkan Shalahuddin-Shalahuddin untuk membebaskan kaum muslimin dari cengkraman orang-orang kafir. Jangan biarkan kaum muslimin terjajah dalam kehinaan. Darimulah obor kemenangan. Bangkitlah, wahai Muslimah!

 

 

Peresume: PramudyaZeen

 

Sumber: Elhakimi. 2018. Bangkitlah Wahai Muslimah. Majalah An-Najah. Edisi 150, Mei.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here