Aksi Muslim Solo untuk Rohingya

0
111 views

www.Kiblatmuslimah.com- Aksi Solidoritas Solo Raya untuk Muslim Rohingya Jum’at siang (22/09) di bunderan Gladag melalui jalur longmarch dari Kota Barat. Aksi ini di adakan oleh Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) dan dihadiri berbagai ormas, santri dan para masyarakat Solo Raya dan sekitarnya. Tragedi kemanusiaan di Myanmar tak kunjung usai. Kebiadaban yang dipertontonkan oleh junta militer Myanmar mencabik rasa kemanusiaan. Media bungkam..! Maka aksi ini adalah suara kami. Kami umat manusia yang beragama Islam yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. Allahu Akbar..!

Karena Orang-orang Myanmar tidak menginginkan adanya etnis Rohingya hidup di negaranya. Maka dari itu keluarlah UU Kependudukan di Myanmar yang menyebutkan bahwa etnis Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Padahal sudah berpuluh-puluh dan ratusan tahun hidup di Arakan, Myanmar. Itu artinya Pemerintah Myanmar membuat kebijakan rasis terhadap warganya sendiri. Manusiawikah perlakuan Pemerintah Myanmar??!!!

“Pemerintah Myanmar menurut laporan yang diterbitkan oleh International State Crime Initiative (ISCI) ada mudharat yang akan dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya. Dan sekarang mereka kurang dua tahap yang belum dilakukan,” tegas Ustadz Teuku Azhar selaku perwakilan DSKS.

Yang pertama, mereka membuat stigma bahwa penduduk etnis Rohingya bukan penduduk asli Myanmar. Yang kedua, mereka melakukan pelecehan dan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Yang ketiga, mereka telah melakukan isolasi terhadap muslim Rohingya di basecamp pengungsian secara biadab. Mereka membunuh muslim Rohingya secara perlahan-lahan. Yang keempat, mereka memasukkan kelemahan terhadap muslim Rohingya baik kelemahan fisik, kelemahan ilmu tanpa pendidikan, kelemahan  ekonomi, dimana mereka muslim Rohingya adalah etnis yang sangat miskin dan teraniaya hari ini,” lanjut Ustadz Teuku.

Dan yang kelima dan keenam, (Demi Allah) pemerintah Myanmar sedang melakukan 2 tahap berikutnya. Bahwa pemerintah Myanmar telah bersiap untuk memusnahkan etnis muslim Rohingya di Myanmar. Dan yang terakhir mereka akan menggantikan nama etnis Rohingya dengan nama baru. Sehingga di masa yang akan datang tidak akan kita temukan dan tidak akan ada lagi namanya etnis Rohingya di Myanmar. Karena Pemerintah Myanmar akan menghapus yang namanya suku atau etnis Rohingya. Yang ini adalah merupakan kebiadaban yang dilakukan pemerintah Myanmar.!” jelas Ustadz Teuku Azhar mengenai laporan ISCI.

Sesungguhnya konflik di Myanmar tidak pernah berakhir karena pemerintah Myanmar yang membuat kebijakan Burmanisasi. Artinya ia memaksakan 1 kebijakan, bahasa, budaya dan agama.

Maka coba kita renungkan dengan akal dan alam sehat kita. Kita manusia diciptakan di muka bumi ini beragam. Beragam bahasa,  budaya  dan agama tetapi  yang terjadi di Myanmar ?? Sangat menyalahi taqdir Allah. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah.

Sebagai umat Islam, kita akan mempertahankan dan membela mereka sampai tetes darah terakhir kita. Kita akan meminta kepada pemerintah Indonesia yang pertama sekali adalah untuk mengusir duta besar Myanmar untuk Indonesia sampai muslim Rohingya diakui oleh pemerintah Myanmar.

Reporter: Sania

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here